Praktisi Hukum : Tes Urine Positif dan Diduga Dilepas Lebih dari 1 x 24 Jam Patut Dipertanyakan

Editor: Irvan author photo
DETEKSI.co -Medan, Terkait pelaku narkoba jenis sabu-sabu berinisial R alias I warga Jalan Sunggal/ Jalan TB. Simatupang Gang Mushola, Kec. Medan Sunggal di duga telah menghirup udara bebas setelah tiga hari mendekam di Polsek Delitua.

Hal tersebut sangat disayangkan oleh Praktisi Hukum, Fery Iwan Saputra Tambunan, SH.,MH, ketika dimintai tanggapannya oleh wartawan di ruang kerjanya di Jalan Bukit Barisan, Medan, Senin (18/5/2020).

Menurutnya, jika pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Delitua telah melakukan penangkapan terhadap salah seorang terduga pelaku narkoba, baik berdasarkan tertangkap tangan maupun atas informasi dari masyarakat maka pihak petugas Polsek Delitua wajib membawa terduga pelaku dan diserahkan kepada petugas penyidik untuk dilakukan proses pemeriksaan guna melengkapi berkas perkara.

Sambung Fery, setela dilakukan proses penyidikan dan terduga pelaku tidak memenuhi unsur, maka dalam tempo 1 x 24 jam terduga pelaku itu segera di lepaskan (di pulangkan) dan jika terduga pelaku di lepas lebih dari 1 x 24 jam itu perlu dipertanyakan dan itu sudah melanggar Hak Azasi Manusia (HAM) dan itu juga dapat dilaporkan ke Propam Polda Sumut.

"Jika terduga pelaku tidak memenuhi unsur setelah penyidik melakukan proses penyidikan maka dalam tempo 1 x 24 jam terduga pelaku harus segera di lepas dan jika terduga pelaku di lepas lebih dari 1 x 24 jam itu perlu dipertanyakan ada apa?. Jika terduga pelaku terbukti positif pemakai zat Metamfetamin (sabu-sabu) maka terduga pelaku segera asesmen atau dilakukan direhab dan bukan dilepas," tegas Fery Iwan Saputra Tambunan, SH.,MH.

Kemudian Fery Iwan Saputra Tambunan, menjelaskan bahwa dalam hal ini kembali kepada oknum polisinya ketika ia bekerja sesuai dengan Undang-Undang maka prosedur itu akan dijalankan dan jika ada oknum polisi yang nakal maka prosedur itu dikang-kangi.

Fery Iwan Saputra Tambunan, SH.,MH, berharap, seharusnya penyidik Polsek Delitua ini harus menerapkan tagline yang telah dirangcang oleh mantan Kapolri Jendral Polisi, Drs HM Tito Karnavian dan diteruskan kepada Kapolri Jenderal Polisi, Drs. Idham Azis, M.Si, agar seluruh anggota Kepolisian di Republik Indonesia ini bekerja secara profesional dan menjadi Polisi Promoter (Profesional, Moderen dan Terpercaya). Tentunnya tagline Polisi Promoter itu dirancang bukan sekedar tagline, melainkan sejalan dengan sebelas program Kapolri dan quick wins Kapolri.

"Kapolsek Delitua harus mampu menjalankan tagline Polisi Promoter yang dicanangkan Kapolri Jenderal Polisi Drs H M Tito Karnavian MA. Karena tidak mudah menjadi polisi modern dan dipercaya masyarakat, sebab polisi modern harus mampu berpikir objektif dan rasional, serta seluruh tindakannya terukur sesuai standar operasional prosedur. Oleh karena itu, Polisi Promoter akan mampu menumbuhkan stigma positif atas kinerja aparatur kepolisian saat ini dan di masa mendatang," harapnya.

Berita sebelumnya, berdasarkan informasi dari sumber yang layak di percaya menyebutkan bahwa terduga pelaku R alias I ditangkap pada Rabu (13/5/2020) sore, sekira pukul 15.00 WIB, dari Jalan Sunggal Gang Mushola dengan barang bukti beberapa paket kecil narkoba jenis sabu-sabu dan gula batu. Setelah diamankan, pihak keluarga terduga pelaku melakukan "loby-loby" terhadap penyidik Polsek Delitua berinisial TS.

Setelah disepakati, akhirnya terduga pelaku pun dibebaskan diduga dengan memberikan biaya penanguhan.

"Terduga pelaku sudah pulang pada Jumat (15/5/2020) malam, diduga dengan memberikan biaya penanguhan sebesar Rp.25 juta," ujar sumber.

Terkait hal Diatas, ketika Kapolsek Delitua, AKP Zulkifli Harahap konfirmasi membenarkan penangkapan terhadap terduga pelaku R alias I.

"Ada diamankan Ridwan dugaan kasus sabu, namun 1 x 24 jam dilepaskan karena tidak terbukti bersalah ianya. Urinenya saja positif," jawab Kapolsek Delitua melalui pesan WhatsApp, Sabtu (16/5/2020).

Kemudian ketika ditanya kembali, Jika terduga pelaku tidak bersalah tapi kenapa harus memberikan jaminan pak?. Nah klu 1 x 24 jam tidak bersalah di pulangkan, tapi kenapa pelaku ditahan sampai tiga hari? dan dari keterangan pak Kapolsek, hasil tes urine nya positif?.

"Ridwan tidak ditahan. Gak ada surat penahanannya bos. Sesuai surat pernyataan dan video singkat yang dibuatnya di Polsek Delitua tidak ada memberi uang kepada siapapun. Dan kalau hanya urine positif barang bukti (BB) sabunyĆ  tidak ada dan tidak dapat ditahan dan Ridwan tidak pernah ditahan," kilahnya.

Anehnya, jika barang bukti tidak ada ditemukan dari terduga pelaku, kenapa terduga pelaku dibebaskan setelah menginap selama tiga hari di Polsek Delitua.

"BB tidak ada. Diamankan karena informasi masyarakat melalui telp," tulisnya lagi.(Tim)
Share:
Komentar

Berita Terkini