Terkait Dugaan Pungli Uang KTP, Ketua Komisi I DPRD Medan Sangat Menyayangkan Peristiwa Itu

Editor: Irvan author photo
DETEKSI.co - Medan, Akibat ulah rakus Kepala Lingkungan 5, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, beriniasl JS, yang di duga meminta sejumlah uang kepada warganya untuk pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) membuat geram anggota Legislatif DPRD Kota Medan, salah satunya Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Rudianto,S.Pd.I dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan.

Terkai hal diatas, Rudianto menjelaskan bahwa sangat meyayangkan ulah oknum kepling 5 yang di ketahui baru menjabat sebagai kepling. Apalagi, membantu warga namun meminta uang dengan mematok.

"Yang pertama, kita belum mengetahui dengan pasti akan peristiwa tersebut. Jika benar adanya maka kita menyesalkan permintaan dana untuk pengurusan KTP itu terjadi. Komisi 1 sering mengingatkan kepada Kepling, Lurah, Camat dan Kabag Pemerintahan untuk bekerja dengan baik dan memuaskan warga Medan agar Medan ini benar menjadi rumah kita. Kalau ini benar adanya kita minta Lurah dan Camat melakukan pendisiplinan aparatur dibawah mereka terutama Kepling lingkungan 5 Kel. Sei Agul tersebut, Terimakasih," tulis Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Rudianto ketika dimintai tangggapan oleh wartawan DPRD Medan melalui pesan WhatsApps, Jumat (8/5/).

Sementara itu, Kepala Inspektorat Medan, Ihwan Habibi ketika dikonfirmasi wartawan melalui selulernya, mengatakan, baru mengetahui permasalah tersebut dan akan menindak lanjuti dengan akan memanggil Lurah Sei Agul dan  Camat Medan Barat, Jumat (8/5/).
"Ya, terimakasih dinda atas informasinya, saya akan tindak lanjuti dengan akan memanggil Lurah dan Camat, untuk mendengarkan penjelasannya," terang Ihwan melalui selulernya.

Seperti diketahui, Kepling 5 Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan, Berinisial JS telah melakukan pemerasan berkedok membantu mempercepat pengurusan KTP salah seorang warganya bernama Alek Sinaga, warga Jalan Orde Baru, pada Selasa (5 Mei 2020).

Berdasarkan keterangan yang diterima awak Media dari Alek Sinaga. Kata Alek, dia kesal lantaran KTP nya yang telah selesai dan telah diserahkan kepadanya, diminta kembali oleh Kepling 5 lantaran hanya karena memberikan uang sebesar Rp.150 ribu rupiah.

"Kata Kepling saat itu, kan ada 2 KTP yaitu KTP saya dan KTP istri saya, jadi saya harus bayar Rp.300 Ribu Rupiah. Manalah saya mau kalau dari awal dia minta Rp.300 Ribu Rupiah, karena daya juga hanya bekerja ikut sama orang sebagai tukang las, gaji saya juga kecil, saya juga masih menyewa kamar di rumah ini. Kalau segitu (Rp.300 ribu-red) bagusan saya tunggu saja lah tanggal 9 Mei 2020," kata Sinaga.

Saat ditanyakan kenapa pengurusan KTP diserahkan kepada Kepling 5, Alek menjelaskan, bahwa awalnya dia tidak ada meminta Kepling untuk mengurus KTP nya. "Namun saat selesai perekaman di kantor Camat, kemudian Kepling datang kerumahnya dan mengatakan dapat mengurus agar KTP nya cepat keluar. Dengan biaya Rp.150 Ribu Rupiah, Karena saya butuh cepat keluar KTP, dan JS juga Kepling saya mau saja, namun setelah KTP selesai,  Kepling malah meminta untuk 2 KTP itu sebesar Rp.300 ribu rupiah," ujar Alek Sinaga didampingi Istrinya, pada Rabu (6/5) sekitar pukul 21.30 WIB, di rumahnya kepada wartawan.(Red)
Share:
Komentar

Berita Terkini