Tes Urine Positif, Ridwan Tidak Ditahan

Editor: Irvan author photo
DETEKSI.co - Medan, Walaupun kondisi kondisi Indonesia dilanda Pandemi Virus Corona (Covid-19) tidak menyurutkan niat para pelaku tindak pidana Narkotika untuk menikmati narkoba maupun menjalankan bisnis haramnya.

Hal ini tidak lagi dilakukan secara perseorangan, melainkan melibatkan banyak orang yang secara bersama-sama, bahkan merupakan satu sindikat yang terorganisasi dengan jaringan yang luas yang bekerja secara rapi dan sangat rahasia baik di tingkat nasional maupun internasional.

Derdasarkan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika guna peningkatan upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana Narkotika.

Jelas tertulis di dalam Undang-Undang ini diatur juga mengenai Prekursor Narkotika karena Prekursor Narkotika merupakan zat atau bahan pemula atau bahan kimia yang dapat digunakan dalam pembuatan Narkotika. Dalam Undang-Undang ini dilampirkan mengenai Prekursor Narkotika dengan melakukan penggolongan terhadap jenis-jenis Prekursor Narkotika. Selain itu, diatur pula mengenai sanksi pidana bagi penyalahgunaan Prekursor Narkotika untuk pembuatan Narkotika.

Untuk menimbulkan efek jera terhadap pelaku penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika, diatur mengenai pemberatan sanksi pidana, baik dalam bentuk pidana minimum khusus, pidana penjara 20 (dua puluh) tahun, pidana penjara seumur hidup, maupun pidana mati. Pemberatan pidana tersebut dilakukan dengan mendasarkan pada golongan, jenis, ukuran, dan jumlah Narkotika.

Namun tidak bagi Polsek Delitua, seorang terduga pelaku narkoba berinisial R alias I warga Jalan Sunggal/ Jalan TB. Simatupang Gang Mushola, Kec. Medan Sunggal di duga telah menghirup udara bebas setelah tiga hari mendekam di Polsek Delitua.

Berdasarkan informasi dari sumber yang layak di percaya menyebutkan bahwa terduga pelaku R alias I ditangkap pada Rabu (13/5/2020) sore, sekira pukul 15.00 WIB, dari Jalan Sunggal Gang Mushola dengan barang bukti beberapa paket kecil narkoba jenis sabu-sabu dan gula batu. Setelah diamankan, pihak keluarga terduga pelaku melakukan "loby-loby" terhadap penyidik Polsek Delitua berinisial TS.

Setelah disepakati, akhirnya terduga pelaku pun dibebaskan diduga dengan memberikan biaya penanguhan sebesar Rp.25 juta.

"Terduga pelaku sudah pulang pada Jumat (15/5/2020) malam, diduga dengan memberikan biaya penanguhan sebesar Rp.25 juta," ujar sumber.

Terkait hal Diatas, ketika Kapolsek Delitua, AKP Zulkifli Harahap konfirmasi membenarkan penangkapan terhadap terduga pelaku R alias I.

"Ada diamankan Ridwan dugaan kasus sabu, namun 1 x 24 jam dilepaskan karena tidak terbukti bersalah ianya. Urinenya saja positif," jawab Kapolsek Delitua melalui pesan WhatsApp, Sabtu (16/5/2020).

Kemudian ketika ditanya kembali, Jika terduga pelaku tidak bersalah tapi kenapa harus memberikan jaminan pak?. Nah klu 1 x 24 jam tidak bersalah di pulangkan, tapi kenapa pelaku ditahan sampai tiga hari? dan dari keterangan pak Kapolsek, hasil tes urine nya positif?.

"Ridwan tidak ditahan. Gak ada surat penahanannya bos. Sesuai surat pernyataan dan video singkat yang dibuatnya di Polsek Delitua tidak ada memberi uang kepada siapapun. Dan kalau hanya urine positif barang bukti (BB) sabunyĆ  tidak ada dan tidak dapat ditahan dan Ridwan tidak pernah ditahan," kilahnya.

Anehnya, jika barang bukti tidak ada ditemukan dari terduga pelaku, kenapa terduga pelaku dibebaskan setelah menginap selama tiga hari di Polsek Delitua.

"BB tidak ada. Diamankan karena informasi masyarakat melalui telp," tulisnya lagi.(Tim)
Share:
Komentar

Berita Terkini