YRKI Pertanyakan Keseriusan Pencegahan Covid-19 di Sumut

Editor: Irvan
DETEKSI.co - Medan, Gugus Tugas Covid-19 Sumut menyatakan untuk pertama kalinya, jumlah kasus baru positif Covid-19 di Sumatera Utara tembus di angka 22 orang dalam kurun 24 jam. Kondisi ini belum pernah terjadi sebelumnya selama masa pandemi Covid-19 melanda di Sumut.

Hal ini mendapat respon dari unsur masyarakat sipil yakni Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI). YRKI mempertanyakan keseriusan Pemprov Sumut dalam menanggulangi wabah covid-19 di Sumut.

"Patut kita bertanya sudah seberapa jauh usaha Gugus Tugas Covid-19 di Sumut dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 ini, sebab dukungan dana yang sejak awal disampaikan Pak Gubernur tidak akan main hitung-hitungan untuk menyelamatkan warga Sumut," ucap Ketua YRKI Amir Hamdani Nasution, Sabtu (9/5/2020).

Dalam hal ini Amir Nasution khawatir Pemprovsu tidak punya roadmap pencegahannya secara komprehensif. Sehingga, kebijakan-kebijakan Pemprovsu dinilai masih berpotensi abai terhadap upaya penyelamatan nyawa masyarakat Sumut.

Hal ini juga mengingat, apabila dilihat dari postur anggaran refocusing tahap I sebesar 502,1 M (data akhir April) telah menimbulkan beberapa pertanyaan. Point penting menurut ahli dalam melawan Covid-19 ini adalah bagaimana cara memutus mata rantai pencegahan ini. Namun, jika ditelisik di mata anggaran recofusing tersebut, point pencegahan hanya sebesar 2,5 M, itu pun berbarengan dengan point kegiatan sosialisasi dan edukasi.

Sementara ada point kegiatan yang patut dipertanyakan kembali tentang urgensi anggaran dan kemana salurannya yakni point kegiatan dukungan OPD lainnya sebesar 9,75 M, serta point kegiatan untuk Sekretariat Gugus-BPBD dan dukungan OPD terkait sebesar 40 M. Apabila kedua point kegiatan tersebut pada realitanya nanti hanya menghabis-habiskan anggaran, sungguh kasihan sekali masyarakat Sumut yang sedang dalam kesulitan ternyata tidak dipimpin oleh orang-orang yang tidak bermartabat, tidak bijak dan tidak berpihak pada rakyat.

YRKI mendorong Pemprovsu agar mengambil kebijakan yang lebih tepat dalam penanganan Covid-19, misalnya segera mengkaji potensi pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), melaksanakan pool-test kawasan, rapid test yang massif dan intervensi sosial yang ketat dan detail agar wabah covid-19 terkendali di Sumut.

"Kita berharap pemimpin berani dalam  mengambil resiko untuk penanggulangan Covid-19 di Sumatera Utara," pungkas Amir Nasution.(Red/Ril)
Share:
Komentar

Berita Terkini