Anggota Dewan Jangan Banci, Ketua DPRK ' Orang Makan Nangka Kami Kena Getahnya '

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Bener Meriah, "Ini rumah rakyat, janjinya jam Sembilan rai-rai (jemput-jemput) anggota dewan jangan jadi banci " teriak lantang Sucipto aktifis Abuya-BM beberapa saat setelah memasuki ruang sidang Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah, sambil menggebrak meja, terlihat kecewa dan tegang tanda menahan emosi, ia hanya mendapatkan para asisten I, asisten II, dan asisten tiga yang hadir tepat waktu.

Begitu juga dengan dengan Khaidir Putra, peserta Audiensi yang pernah menjadi Aktifis Mahasiswa ini juga dengan gagahnya berteriak setelah tidak begitu lama  beberapa anggota dan pimpinan DPRK mulai memasuki ruangan" mana ini anggota DPRK kok Cuma segini yang hadir", suruh masuk anggota dewan yang belum masuk ? sebelum kami jemput keluar teriaknya !. (12/06/2020).

Selain Para Asisten Setdakab yang hadir Tepat waktu, tak lama berselang tampak hadir dalam Audiensi di ruang sidang DPRK Bener Meriah PLH Bupati Drs.Haili Yoga MSi, unsur SKPK dan dua puluh empat Anggota DPRK Bener Meriah, aparat keamanan dari TNI POLRI, Satpol PP, dan serta untuk mengamankan aksi audiensi tersebut, aksi audiensi ini seyogianya dilaksanakan tepat pukul 09.00.WIB, namun baru dimulai pukul dan dibuka pukul 09.35.WIB.

Setelah pembukaan oleh Ketua DPRK Bener Meriah M.Saleh, ia melemparkan opsi kepada seluruh yang hadir sesuai tuntutan masa ABUYA-BM, dan dikarenakan Bupati dalam kondisi Sakit, saat ini yang hadir dari Pihak Pemerintah adalah PLH Bupati Bener Meriah "apakah ini cukup ?" Tanya Ketua DPRK kepada forum yang hadir, jika acara ini dilanjutkan cukuplah Jawaban atas tuntutan ini disampaikan oleh PLH Bupati dan dalam hal ini tidak ada interupsi.

Dikarenakan tidak boleh interupsi dan tanya jawab,  dengan sigap Koordinator ABUYA-BM Munawir Arloti angkat Bicara "cukup pak Ketua DPRK, cukup Pak PLH Bupati cukup,jangan bicara kenapa tidak saya kasih berbicara kali ini saya anggap anda Opset, kami tidak mau mendengar sepatah katapun dari Bapak-Bapak, forum saya ambil alih.

" Sepakat…. gemuruh teriak para aktifis tanda setuju, dan melanjutkan audiensi." kata para aktivis.

Kebijakan Bupati H.Sarkawi yang hari ini sakit, kami akan tunggu dimanapun, sampai kapanpun dan dalam kondisi apapun seharusnya hari ini beliau hadir, tapi kenapa rekomendasi audiensi lanjutan kami ini sesuai perjanjian sudah terlebih dahulu dijawab pada Humas Pemda Bener Meriah, itu yang saya sebutkan opset, disusul dengan teriakan "opset" oleh para aktifis, " tidak ada urusan dengan Humas Pemda Bener Meriah menjawab rekomendasi audiensi kami yang hari ini Berita itu telah dihapus  teriak munawir, oleh karena itu kami menyebutnya.

"Opset" untuk itu Humas Pemda Bener Meriah "mohon ditindak". Teriak para Aktivis.

Kami juga tau bahwa kemarin ada perbaikan berkas di beberapa instansi, jawab dengan jujur lantang tanya Munawir, kami tau siapa yang merancang siapa yang mengetik kami tau munawir kembali berteriak, Allahuakbar teriak para aksi audiensi.  sambil menunjukkan sebuah sabun cuci piring seharga dua ribu rupiah,dan sebagai  kebijakan bupati dibagikan sebagai penangkal musibah yang begitu besar, bukan soal harganya pak namanya pun cairan pencuci piring, disuruh apa cuci tangan pakai ini, Gila itu teriaknya, kebijakan apa ini, kami tidak terima ini.

Soal ketahanan pangan, sejak kecil kami pak, bagaimana bapak kami merasakan konflik di Aceh ini, tapi kami tetap dikasih makan nasi pak, hari ini bapak lihatkan sambil memperlihatkan sebuah ubi rambat, dimana ubi rambat tersebut dimaksud salah satu komoditas yang masuk kedalam program ketahanan pangan Bupati Bener Meriah, Penghinaan ini, sampaikan kepada bupati perbaiki kebijakan ini teriaknya terlihat dengan menahan emosi yang meluap-luap.

Kami juga punya dokumen, ini adalah dokumen kebijakan yang dikeluarkan yang  mengganggu masyarakat, uang rakyat, karena dokumen ini kantor kepala desa juga pecahkanya, kemaren ada pembakaran kantor kepala desa dikampungnya siapa dikampungnya pak anwar masyakrakatnya pak Anwar, gara -gara kebijakan BLT dan ketahanan pangan telah menimbulkan goncangan ditengah masyarakat, dimana pemerintah? dimana Pemerintah? dimana Bupati ?dimana DPRK, masyarakat kita ini mau diapakan pak? Apa mau dipisah-pisah, mau dikotak-kotak, ini pendukung saya, o ini bukan pendukung saya apa mau digitukan? Terangnya.

Ini pak sebut Munawir, ini data pengelolaan anggara pemerintah pengelolaan Anggaran dari setiap instansi, ini stempel basah ini pak kalau seandainya data ini kami laporkan ke KPK mulai dari Bupati, Dinas, Pemenang Tender, PPTK sampai ke Tenaga Honor Pun Masuk Pak, tapi kami masih punya hati seru Munawir kepada Eksekutif.

Mana wartawan, Wartawan foto ini pintanya kepada awak media, polisi mana polisi tegakkan hukum, ia menanyakan wartawan dan polisi untuk menunjukan Bundel Dokumen yang ada padanya sambil mengitari  mencari tempat duduk pak polisi dan awak media.

Menunjukkan bundel yang bertuliskan  "PUPR"  kepada unsur Kepala Dinas,  " nah ini dia pak kadis sudah kita tengok tadikan? Jadi berkas-berkas  yang telah diperbaiki kemarin udah enggak laku itu, malah saya tau siapa pelaku siapa yang memperbaiki untuk apa diperbaiki saya tau itu, tapi kami masih punya hati, dan kami berharap kepada Bapak-Bapak semua, jangan pake' hawa nafsu.

Untuk itu Tolong Bapak PLH Bupati, sebagai Tumpuan Kami orang tua kami, Bapak turun ke setiap Dinas, ingatkan Kepala Dinas "hei kepala dinas bertaubatlah , itu Uang Rakyat  harta rakyat pak jangan macam-macam.
aksi audiensi dilanjutkan oleh aktifis senior Bener Meriah Sucipto, ia menyampaikan tentang dugaan penyimpangan birokrasi ditubuh Pemerintah kabupaten Bener Meriah.

Bapak – Bapak yang terhormat ungkapnya  "kami hadir digedung ini, gedungnya rakyat, kami menyalurkan Hak Konstitusional kami jadi jelas kehadiran kami disini legal secara hukum.

Mengkritisi masalah birokrasi dihadapan seluruh elemen yang hadir, sucipto dengan suara bergetar mencengangkan semua yang hadir mengakui memiliki data ril terhadap pengisian jabatan diantaranya Kabag Hukum Sekdakab Bener Meriah saat ini yang selayaknya dan sepatutnya itu diisi oleh seorang Sarjana Hukum.

Selanjutnya seorang Dokter Hewan menjadi Kasi Trantib Pada Kantor Camat di Kabupaten ini layakkah ia ditempatkan disitu layakkah tidak pak ? tanyanya berteriak kepada DPRK dan Pemerintah Kabupaten.

Tidak ada tanggapan dari Pemerintah kabupaten Bener Meriah dan seluruh Anggota Legislatif Bener Meriah terlihat Bungkam dan menjadi pendengar yang Baik yang akan Deteksi.co unggah pada edisi selanjutnya.

Diakhir aksi Audiensi ABUYA-BM meminta Kepada Seluruh Anggota DPRK Bener Meriah menandatangani  Rekomendasi Aliansi Bersatu Rakyat Bener meriah, Mendesak DPRK untuk menghadirkan Bupati Terpilih Bener Meriah H. Syarkawi dan mempertanggung  jawabkan kebijakan yang telah dijalani selama ini, dari dua puluh lima anggota DPRK hanya dua puluh empat anggota yang menandatangai Rekomendasi ini.

Selain Itu Aksi Audiensi ini menghasilkan dua butir petisi yang ditandatangani oleh dua puluh empat anggota DPRK, mereka terdiri dari unsur pimpinan, Fraksi dan komisi.Petisi tersebut terdiri dari dua poin, yang pertama ABUYA-BM mendesak DPRK Bener Meriah Menggunakan Hak Interpelasi Akibat Kekisruhan yang terjadi dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.Petisi kedua mendesak dilakukannya Pansus Taman Harmoni.  

Setelah Deteksi.co  berhasil mengkonfirmasi kepada M.saleh Ketua DPRK Bener Meriah mengenai keterlambatan aksi Audiensi yang difasilitasi oleh Pihaknya hari ini di gedung DPRK Bener Meriah, ia menerangkan bahwa sebelumnya ia menerima tamu,masyarakat dari kecamatan lain dan itu juga kepentingan rakyat juga ujarnya. Saat penutupan Audiensi Ketua DPRK menyebutkan "Orang Makan Nangka Kami Kena Getahnya" (Zaki)
Share:
Komentar

Berita Terkini