Dukung New Normal, Polsek Anyar Lakukan Simulasi dan Beri Himbauan di Pasar Tradisional

Editor: Irvan
DETEKSI.co - Serang, Hadapi tatanan kehidupan baru (New Normal) di Banten, Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Fiandar mengatakan bahwa TNI Polri mempunyai peranan yang penting dalam mengawal dan mendukung kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk memperbaiki ekonomi ditengah pandemi Covid-19.

Menyikapi hal tersebut Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengatakan bahwa Polres Cilegon dan Polsek jajaran siap mendukung new normal di wilayah hukum Polres Cilegon.

"Polres Cilegon dan Polsek jajaran siap mendukung new normal di wilayah hukum Polres Cilegon dengan selalu melakukan patroli memberikan himbauan dan melakukan simulasi di tempat-tempat keramaian masyarakat," ucap Yudhis.

Sementara itu, Kapolsek Anyar AKP Bhakti Yasa Saputri menjelaskan bahwa hari ini, dirinya bersama 5 personel Polsek Anyar lainnya melakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan untuk mendukung new normal di wilayahnya, Rabu (03/06/2020).

"Hari ini saya bersama personel lainnya melakukan simulasi penerapan new normal di Pasar Baru Anyar Kp. Waluran Baru Rt 04/01 Ds. Grogol Indah Kec.Anyer Kab.Serang dan di pantai. Kami memberikan himbauan kepada pengunjung pasar untuk menerapkan protokol kesehatan ketikan melakukan aktivitas di pasar seperti ketika masuk pasar cuci tangan di pintu masuk, wajib menggunakan masker serta menjaga jarak," terang Bhakti.

Ditempat berbeda, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menambahkan bahwa New Normal ini adalah kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar protokol kesehatan yang sebelum pandemi Covid-19 ini tidak ada.

"Ya, New Normal yang dimaksud adalah upaya menyelamatkan hidup warga, yang utamanya agar warga yang memerlukan aktivitas di luar rumah dapat bekerja dengan menggunakan standar protokol kesehatan yang ditetapkan. Jadi bukan sekedar bebas bergerombol atau keluyuran," tutur Edy Sumardi. (Red/ril)
Share:
Komentar

Berita Terkini