Pemkab Nias Barat Gelar Konferensi Pers Terkait Bantuan Covid-19 & New Normal

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Nias Barat, Pemerintah Kabupaten Nias Barat mengadakan konferensi Pers, melalui surat undangan dari sekda Prof. Dr Fakhili Gulo Nomor : 555/214.7/Kominfo. Dengan Tema Penanganan Covid-19 dan Tantanan New Normal, bertempat di ruang Afo-Bappeda Kabupaten Nias Barat, Jumat (19/06/2020).

Konferensi Pers ini dihadiri oleh Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, S.Pd didampingi Sekda Prof. Dr Fakhili Gulo, Asisten Adm Umum Rosedi Daeli, SE., MM, Staf Ahli Hadrianus Hia, Kadis Kominfo Faigizatulo Halawa, serta sejumlah Pimpinan OPD lingkup pemerintah kabupaten nias barat. serta sejumlah Wartawan dari berbagai media online, cetak, dan elektronik yang telah bermitra melalui dinas kominfo kabupaten nias barat.

Bupati Nias Barat Faduhusi Daely mengatakan,  bahwa keterbukaan Informasi Publik adalah merupakan bagian dan harapan kita bersama untuk membantu, menyebarluaskan informasi ke publik tentang apa saja kegiatan rutinitas Pemda Kabupaten Nias Barat. Jadi, Saya harap kepada OPD jangan ada yang alergi dengan Wartawan, Tegasnya. 

"Awak media sangat penting sebagai fungsi social control terhadap kinerja pemerintah dan masyarakat. Media juga selama ini banyak yang memberikan kritik sebagai bahan evaluasi kenerja dan intropeksi bagi kami pemerintah dalam menjalankan tugas dan kegiatannya, dan kita tidak alergi untuk krtikan Itu. Namun sangat kami harapkan bila ditawarkan juga solusi yang bisa membangun Nias Barat ini, sehingga terjalin hubungan baik kemitraan Pemkab dan Awak Media/Pers," Pungkas Faduhusi.

"Minggu lalu mencuat kasus Desa Taraha, dimana kami sebagai Pemerintah telah mengambil langkah (SKRESI) dengan menon-aktifkan sementara Kadesnya, dan bila mana nanti kita temukan dan telah membaik maka bisa kita aktifkan kembali," kata Bupati Faduhusi.

Lebih lanjut Bupati Nias Barat mengatakan, terkait pendemi Covid-19, saat ini telah menyebar di Pulau Nias yang telah dibuktikan dari hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli, bahwa satu orang yang status positif Covid-19. Dengan adanya warga yang positif Covid-19, ia tak akan melakukan lockdown, tapi harus tetap waspada.

"Oleh karena itu kita harus lebih waspada dan terus berdoa. Kalau di lakukan Lockdown itu sulit kita lakukan, apa lagi di Pulau Nias ini, mengingat sulitnya dalam pemenuhan kebutuhan warga di seluruh Pulau Nias ini. Ketika lockdown diterapkan maka semua pintu ditutup dan kesulitan semakin kita rasakan," jelasnya

Kegiatan Pemkab Nias Barat fokus pada percepatan penanganan dampak pendemi Covid-19. Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat serta Sekda turun langsung memantau berbagai jenis bantuan seperti, PKH, BPNT, BST, BLT-DD, JPS Provinsi dan BLT hamba Tuhan serta JPS Kabupaten. 

"Masalah yang sering muncul yang sering kita hadapi dilapangan adalah data yang kurang akurat, atau data ganda. Disini kita sering disorot dan hal tersebut wajar-wajar saja. Oleh karena itu, kita terus cari solusi agar tidak terjadi hal-hal yang sedemikian dimasa yang akan datang dan kami berupaya tuk meperbaikinya," tandasnya.

Menurut Faduhusi Daely, jumlah dana yang di cadangkan dalam penanganan Covid-19 bersumber dari realokasi anggaran Tahun 2020 sebesar Rp. 22 Miliar, dan hingga saat ini yang sudah di gunakan hanya sekitar kurang lebih Rp. 6 Miliar, masih tersisa Rp.16 Miliar.

Sisa dana yang Rp 16 Milliar itu, jika virus corona tak berhenti, maka dana yang suda ada itu, masih bisa kita gunakan. Dan mari kita kerja sama agar memberikan pemahaman kepada masyarakat kita agar peraturan protokol kesehatan tetap di jalankan. Memakai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak, agak pemutusan rantai penyebaran virus covid-19 segera berlalu, Bupati mengakhiri.

Kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu langsung oleh Kadis Kominfo Faigizatulo Halawa, beberapa wartawan mengajukan pertanyaan dan akhirnya dijawab oleh Kepala OPD dan Sekda serta Bupati. (Utema Gulo)
Share:
Komentar

Berita Terkini