Warga Desa Perlis Sebut PT. KR Serobot Lahan Mereka

Editor: DETEKSI.co author photo
Salah satu surat warga yang Tertindas
DETEKSI.co-Langkat, Awalnya PT. KR yang bersebelahan dengan lahan milik warga Desa Perlis, Kecamatan Brandan Barat ingin membuat jembatan dari lahan mereka menuju Desa Pelis.

Namun setelah jembatan seadanya dibuat oleh pihak PT.KR ternyata agar alat berat berupa excapator milik PT tersebut bisa masuk ke areal lahan warga dan membuat tanggul dilahan tersebut, sampai saat ini tanggul lingkupan sudah hampir mencapai 40 hektar terang Ruslan Adek (69) warga dusun II Desa Perlis kepada wartawan Sabtu (13/06/2020).

Sebelumnya mereka telah mendatangi kantor PT.KR yang terletak di Desa Lubuk Kasih agar lahan mereka yang telah digarap tersebut supaya diberikan kompensasi oleh pihak PT.KR
Pada saat itu mereka menyerahkan photo copy surat tanah SK Camat Brandan Barat milik mereka yang diterbitkan pada tahun 1996 dan surat permohonan minta kompensasi yang diketahui Kepala Desa Perlis,pada saat itu mereka diterima oleh perwakilan dari PT yang berinisial AM.

Saat itu AM berjanji akan menyampaikan kepada pimpinanya, namun sampai saat ini kompensasi tersebut belum mereka terima sementara pihak perusahaan terus melakukan pelingkupan dilahan milik mereka hingga saat ini sudah hampir mencapai 40 hektar.

Warga berharap agar Kompensasi tersebut segera diberikan kepada mereka yang lahannya telah diserobot oleh PT.KR.

Menurut Ruslan Adek (69) dan Mulkhan Alias Anjang (62) warga dusun II Desa Perlis,bahwa dari 40 hektar lahan warga yang telah diserobot tersebut dimiliki sekitar 20 orang warga Desa Perlis.

Untuk itu keduanya meminta agar pihak PT segera membayar kompensasi tersebut,jika tidak mereka akan mengambil kembali lahan yang telah dilingkup tersebut,kepada Camat Kecamatan Brandan Barat kiranya dapat menjembatani persoalan ini terang keduanya.

Camat Berandan Barat M.Harmain Saat dikonfirmasi mengenai persoalan ini mengatakan bahwa iya belum menerima laporan dari warga dan menyarankan agar warga menyampaikan laporan mereka agar dapat dipelajari dahulu terangnya.(AR.Lim)
Share:
Komentar

Berita Terkini