Almak ! Pengamen di Batam Terancam 9 Tahun Penjara

Editor: DETEKSI.co author photo

Sidang online di PN Batam
Deteksi.co - Batam, Pengamen yang nekad mencuri kompresor di PT Promolindo Star, Heryanto Harahap terancam 9 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Hal tersebut dikatakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurhasaniati saat membacakan surat dakwaan dihadapan ketua majelis hakim David Sitorus didampingi Adiswarna dan Egi Novita dalam persidangan yang digelar secara online di PN Batam, Selasa (21/7/2020) sore.

Tertera dalam surat dakwaan yang diuraikan JPU Nurhasaniati, terdakwa Rahmat Heryanto yang sehari-hari sebagai pengamen jalanan ini ditangkap sekuriti di lokasi kejadian usai mencuri barang-barang milik PT Promolindo Star yang berada di dalam kontainer.

"Terdakwa Rahmat ditangkap sekuriti sesaat setelah mengambil barang setelah mengambil milik PT Promolindo Star yang berada didalam kontainer," ujar JPU Nurhasaniati saat membacakan surat dakwaan melalui Video Teleconverence.

Pencurian ini berawal saat terdakwa sedang mengamen di simpang Frengky. Tiba-tiba datang rekannya bernama Manik (DPO) dengan menggunakan sepeda motor Honda Revo mengajaknya untuk mencuri kabel di PT Promolindo Star. Mereka segera bergegas ke lokasi dan melakukan pencurian setelah pintu kontainer terbuka.

"Setelah berhasil masuk, rekan terdakwa (Manik) langsung mengambil barang berupa 1 unit compressor angin, 1 unit pompa robin solar, 1 pcs per depan lory hino, 1 buah dongrak dan sepasang kunci roda, sedangkan terdakwa menunggu di luar pintu kontainer untuk menjaga situasi dan kondisi," ujarnya.

Untuk mengelabuhi petugas keamanan, terangnya, barang-barang yang berhasil dikeluarkan dari dalam kontainer diletakkan sejauh 50 meter dari kontainer sebelum dibawa kabur untuk dijual.

Namun sial, lanjutnya, sebelum barang hasil curian dibawa kabur, aksi mereka langsung kepergok oleh Iman Alabi selaku sekuriti di lokasi kontainer.

"Mengetahui aksi pencuriannya diketahui security, terdakwa langsung masuk ke dalam kontainer untuk bersembunyi, sedangkan rekannya Manik dapat melarikan diri," tambahnya.

Akibat perbuatannya, pihak PT Promolindo Star mengalami kerugian sebesar Rp 15 juta.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, terdakwa dijerat dan diancam pidana melanggar Pasal 363 ayat (1) ke 4 dan 5 KUHP.

Usai pembacaan surat dakwaan, majelis hakim pun menunda persidangan selama satu minggu untuk pemeriksaan saksi-saksi. (Hendra S)
Share:
Komentar

Berita Terkini