Bibit Jagung Bertumpuk, Dinas Pertanian Tertunda Dampak Covid-19

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Nias Barat, Dinas Pertanian Ketahangan Pangan kabupaten Nias Barat menjelaskan tentang bibit Jagung bertumpuk di gudang dinas pertanian saat di konfirmasi awak media Rabu (15/07/2020) mengakui tertunda akibat dampak Covid-19.

Sekdis Dinas Pertanian dan Ketahangan Pangan Kabupaten Nias Barat H.Hia Kepada wartawan DETEKSI.co Menjelaskan," Bibit jagung di gudang dinas pertanian Itu benar adanya, dan pengadaannya pada tahun 2019 yang bersumber dari  pemerintah pusat, Jelasnya. 

Lebih lanjut Sekdis Pertanian mejelaskan bahwa Bibit jagung ini merupakan bantuan pemerintah pusat dalam rangka merangsang semangat masyarakat tani dalam hal hal tersebut adalah kelompok kelompok binaan yang ada di Nias barat. Pemerintah berharap supaya ada produktifitas dalam peningkatan perekonomian masyarakat tani di seluruh indonesia khususnya di daerah2 tertinggal salah satunya Kabupaten Nias Barat. 

Kita bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah pusat yg telah memperhatikan kita di Nias Barat dalam hal pembubidayaan Tanaman tanaman. Jangan kita berorientasi pada hal yang instan karena kita berharap masyarakat tani kita bisa mandiri dan minimal memenuhi kebutuhan lingkup keluarganya, Tutur Sekdis. 

" Bibit itu Kita sudah bagikan sebagian baik kepada kelompok maupun Masyarakat kita yg ingin buka usaha Tani jagung di kabupaten nias barat Seperti Di lolofitu moi itu sudah mulai dan juga di kecamatan mandrehe dan beberapa kelompok tani yg lainya, Tuturnya. 

Mengingat karena masalah Covid-19 di seluruh dunia, Sehingga  kegiatan terbatas Untuk sosialisasi tentang Bibit jagung ini karna mengingat Kejagaan dan kehatihatian pada pendemi ini, namun setelah New Normal sekarang Sudah mulai beberapa Kelompok tani sudah mulai beraktivitas kembali, Bibit unggul itu kita siapkan kepada Siapa saja masyarakat kita yg ingin bertani jagung dan kita akan berikan bibitnya, Ungkap Sekdis. 

Masih Sekdis, Mengenai masalah teknis dan penyaluran di kelompok tani, kami yakin dan percaya hanya keterlambatan sementara saja karena pandemi covid-19, beberapa bulan yg lalu bahkan petani - petani kita di Kecamatan Lolofitu Moi sudah berhasil menanam,tentunya hal tersebut adalah tugas masing masing penyuluh pertanian kita sebagai pendamping para kelompok tani, Tutur Sekdis. 

Kegiatan tersebut sudah kami laporkan kepada bapak bupati nias barat pada akhir tahun 2019 pada saat Dirjen perbenihan mengunjungin daerah kita dalam rangka monitoring beberapa lahan jagung tersebut. Sebagai pimpinan Daerah beliau memerintahkan kami selaku Plh Saat itu untuk mendampingi Bapak Dirjen perbenihan dari kementerian pusat, Jelas Sekdis. 

Saat Wartawan DETEKSI.co Konfirmasi kepada Bidang Teknis Dinas Pertanian Kabupaten Nias Barat H.Zebua di RM Restu Nias Barat beliau menjelaskan, bahwa pada Tahun 2019
bibit jagung yg bertumpuk di dinas pertanian bukan kita tidak salurkan ke kelompok tani. Namun, berhubung karena Covid-19 ini makanya di situ kita agak kewalahan karna pembatasan sosial pada Pandemi Covid-19, Kemudian Para kelompok tani kita banyak yang tak ada kesiapan untuk lahannya, Tuturnya. 

Kami dari dinas pertanian berharap kepada kelompok tani berkeinginan menanam jagung dan kelompok tani yang memenuhi persyaratan untuk mengambilnya serta sudah punya lahan agar mengajukan permohonan meminta bibit jagung ke Dinas Pertanian Kabupaten Nias Barat, Harapnya. (Utema Gulo)
Share:
Komentar

Berita Terkini