Gadis Belia 16 Tahun Dibawa Kabur, Ditemukan di Tanggerang

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Asahan - seorang anak perempuan yang dibawak kabur yang sempat viral di media sosial, dan terekam CCTV akhirnya berhasil ditangkap unit PPA Polres Asahan, Kini pelaku dan anak gadis tersebut sudah dibawa ke Mapolres Asahan guna keperluan pemeriksaan, Senin(27/07/2020).

Selama 4 hari, petugas berhasil menemukan pelaku bernama Edi (43) warga Kampung Bojong RT 005/004 Desa Blukbuk Kronjo, Tanggerang, diamankan petugas saat berada di penyeberangan Merak saat istirahat. Petugas berhasil mengamankan  pelaku dan YL (16) warga Airjoman anak dibawah umur yang dibawa pelaku lari dengan menaiki bus ALS.

Terpisah,Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsAap membenarkan Penangkapan pelaku,motif masih didalami.

Menurut keterangan Edi saat dikonfirmasi awak media mengaku kalau korban Yulina rencananya akan dipertemukan kepada adiknya Satir di Jawa.

Edi bercerita, Satir ini sudah kenalan lama sama Yulina di media sosial, karena tidak punya uang untuk bertemu dirumah korban, akhirnya Edi yang datang menemui Yulina.

"Saya bawa Yulina mau menjumpakan sama adik ku Satir, karena Satir gak punya uang mau jumpa sama dia,"jelas Edi.

Taufik mengakui,semenjak anaknya dibawa kabur Pelaku,Rabu (22/07/2020)lalu, antara anak saya dan pelaku putus komunikasi.

"Sejak itu Hp anakku mati,gak aktif,tapi setelah Udah ditemukan polisi,anakku ada nelpon aku,anakku meminta agar Jangan bawa ke ranah hukum,saya heran anakku kok bisa ngomong gitu,itu pasti ada suruhan pelaku, sementara anak saya cmn tamatan SD,agak polos dan nurut gitu diajak orang langsung mau,"ungkap Taufik.

Orang tua Yulina,Taufik Hidayat, mengucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian yang sudah berhasil mengungkap kasus penculikkan anaknya tersebut.

"Saya meminta pihak kepolisian untuk menghukum pelaku sesuai perbuatannya. Alhamdullilah kondisi anak saya saat ini dalam keadaan sehat,"terang Taufik. (Boim)
Share:
Komentar

Berita Terkini