Nongsa Jadi Percontohan Normal Baru Kawasan Pariwisata di Batam

Editor: DETEKSI.co author photo
Deteksi.co - Batam, Nongsa Batam akan ditetapkan sebagai percontohan new normal kawasan pariwisata. Hal tersebut disambut baik General Maneger Palm Spring Batam, Steven selaku pengelola sektor kepariwisataan.

Dipilihnya Nongsa dianggap sebagai lokasi yang tepat karena kawasannya memiliki banyak objek wisata yang menarik dan didukung oleh amenitas yang lengkap seperti adanya pelabuhan internasional, rumah sakit, hotel dan resort.

"Kami siap menerapkan protokol kesehatan, meyakinkan wisatawan Batam siap menerima wisatawan," General Maneger Palm Spring Batam, Steven.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata melaporkan ada 17 pengelolah usaha sektor pariwisata yang tergabung di kawasan Nongsa, diantaranya Tering Bay, Batam View Beach Resort dan Nongsa Pura Ferry Terminal.

Kemudian, Nongsa Point Marina dan Resort, Nongsa Digital Park, Nuvasa Bay, Pantai Nongsa, Palm Spring, Nongsa Beach, Turi Beach Resort, Nongsa Village, dan Kebun Raya Batam. Selain pelaku usaha pariwisata, Disbudpar sudah berkerjasama dengan Rumah Sakit Bhayangkara Kota Batam sebagai rumah sakit rujukan.

"Ada tiga OPD yang terlibat yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam," kata Ardi, di Ruang Rapat Sekretariat Daerah, Lantai II Kantor Wali Kota Batam, Kamis (23/07/2020).

Dalam rapat tersebut, Ardi menyampaikan sebelum wisatawan memasuki kawasan wisata, wisatawan akan melewati check point yang berlokasi di Tering Bay dan Nongsa Point Marina.

"Check point tersebut sudah ditetapkan dan disetujui oleh para pelaku usaha pariwisata," terangnya.

Bagi tempat yang tidak melewati check point, Ardi meminta untuk melakukan pengecekan terhadap wisatawan secara mandiri, sehingga wisatawan baik wisatawan lokal, nusantara, mancanegara yang datang di kawasan tersebut dalam keadaan steril bebas dari berbagai virus.

Pelaku pariwisata, Ardi mengingatkan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, seperti memakai masker karyawan dan pengunjung, menyediakan dan mengunakan hand sanitizer, meyediakan tempat mencuci tangan di bawah air mengalir, ada tanda jaga jarak, dan sebagainya. Gunanya untuk mencegah penularan Covid-19 di Kota Batam khususnya tempat wisata di kawasan Nongsa.

"Jika ada pengunjung yang tidak pakai masker, langsung tegur dengan sopan," tegasnya.

Ardi menyampaikan kegiatan selanjutnya akan digelar MoU (Memorandum of Understanding) antara Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam dengan pengelolah usaha pariwisata di kawasan Nongsa. MoU tersebut rencananya bakal dilaksanakan Bulan Agustus mendatang bertempat di Nongsa.

"Kita berharap pariwisata Kota Batam bangkit lagi di masa new normal ini," pintanya.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Batam, Pebrialin mengatakan adanya gagasan menjadikan kawasan nongsa sebagai percontohan new normal kawasan pariwisata merupakan strategi untuk memberikan keyakinan kepada wisatawan mancanegara untuk berwisata kembali di Kota Batam.

"Meyakinkan wisman bahwa Batam konsen menangani Covid-19," katanya.

Ia menyampaikan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi sangat konsen menangani Covid-19 di Kota Batam dalam bentuk penyisiran. Setiap OPD diperintahkan untuk menyisiri daerah yang terkonfirmasi adanya Covid-19.

"Keluarga pasien tidak mengantar pasien, namun relawan Covid-19 yang datang menjemput bola," ucapnya.

Kawasan percontohan new normal kawasan pariwisata ini didukung oleh MoU sehingga tidak dilakukan oleh pemerintah saja namun juga didukung oleh stakeholder dan masyarakat setempat.

"Dukungan kawan-kawan bersama kita kuat, kita hebat, kita buka tentu kita harus menjaga protkes (protokol kesehatan)," jelasnya.

Pebrialin berharap tak hanya kawasan Nongsa, new normal ini bergeser di kawasan pariwisata lainnya, sehingga pariwisata Batam kembali bergairah. Adanya check point, ia meminta ditempatkan yang strategis artinya untuk menjaga pintu masuk dan keluar wisatawan.

"Check point diletakkan di lokasi yang dianggap strategis, dan ini komitmen bagi 17 tempat pariwisata," ucapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Trantib Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari mendukung kawasan nongsa menjadi percontohan new normal kawasan pariwisata.

"Pastikan kegiatan ini berdampak positif bagi pariwisata dan masyarakat," katanya. (Hendra S)

Nongsa Batam
Share:
Komentar

Berita Terkini