Pandemi Covid-19 Bukan Berarti Tak Berbagi

Editor: DETEKSI.co author photo
Hari raya Idul Adha adalah hari yang dikenal sebagai Hari Raya Qurban. Hari raya ini diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah setiap tahunnya. Untuk tahun ini di perkirakan hari raya Idul Adha akan jaruh pada hari jum'at tanggal 31 Juli 2020.

Syari'at kurban berawal dari ketika nabi Ibrahim AS bersedia mengorbankan anaknya nabi Ismail As, sebagai bentuk keataan beliau terhadap perintah Allah SWT. Hal ini di sebutkan dalam Al- Qur'an: Ash-Saffat ayat 102

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".(QS. Ash-Shaffat
Naluri seorang ayah tetaplah mencintai dan menyayangi anaknya, namun karena besarnya ketaatan kepada Allah nabi Ibarahim rela mengorbankan anaknya.

Ini menandakan betapa nabi Ibarahim sangat beriman kepada Allah, beliau tidak ragu sedikit pun dan sangat yakin bahwa perintah Allah itu benar dan pasti akan kembali kepada kita.

Dalam hal ini juga  disebutkan dalam hadis riwayat Imam Hakim, Ibnu Majah dan Tirmidzi dari Sayidah Aisyah, Nabi Saw. Bersabda;

"Tidaklah pada hari nahar manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai oleh Allah dibanding mengalirkan darah dari hewan kurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan kurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (ridha) Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban."

Dengan kemurahan hati Allah SWT, penyembelihan terhadap Nabi Ismail dibatalkan. Kemudian digantikan dengan kibas. Sejak saat itulah umat muslim dianjurkan untuk berkurban.

Islam merupakan agama yang penuh dengan toleransi dan menghormati kebersamaan serta gotong royong. Bila pada hari-hari biasa hanya segelintir orang yang memiliki finansial berlebih saja yang bisa merasakan nikmatnya daging, pada Hari Raya Idul Adha semua orang bisa memakan daging tak peduli ia miskin sekalipun.

Oleh karena itu, berkurban sangat dianjurkan untuk ditunaikan bagi umat muslim yang memiliki finansial lebih. Selain untuk mendapatkan keutamaan dari kurban, juga dalam rangka untuk berbagi dengan sesama. Terlebih saat ini banyak saudara kita yang terdampak covid-19 tentunya semakin banyak orang yang membutuhkan daging kurban.

Di samping itu terdapat keistimewaan berkurban di tengah pandemi covid-19. Karena sebahagian besar orang mengalami kesulitan secara ekonomi, namun mereka yang tetap berkurban dalam kondisi yang sempit akan menjadi sebuah keistimewaan dan pahala yang besar dari pada berkurban saat kondisi normal. Karena besarnya amal di tentukan dalam kondisi sulit serta besarnya manfaat yang di dapat orang lain. Semakin besar manfaatnya maka semakin besar pahalanya. Sebagaimana di sebutkan dalam hadist:

Dalam sabda Rasulullah SAW, ketika beliau ditanya, "Sedekah bagaimanakah yang paling utama?", beliau menjawab, "Engkau bersedekah di saat kamu dalam keadaan sehat dan cinta harta, banyak keinginan dan takut miskin. Serta tidak menangguhkannya sampai nyawa di kerongkongan, kemudian mengatakan, "Ini untuk si fulan, dan itu untuk si fulan". Padahal memang itu sudah jatah si fulan dan si fulan)." (mutafaq alaih).
Maka  mari kita berlomba, berkurban sebanyak-banyaknya. Mudah-mudahan pahalanya makan kita dapatkan nanti di akhirat ketika kita pulang ke hadapan Allah.

Oleh Ustadz Ridwan Bintang, SH.
Share:
Komentar

Berita Terkini