Penanaman Mangrove di Pulau Thulub Diapresiasi BKIPM Batam

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Batam, Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Batam mengapresiasi kegiatan penanaman mangrove di pulau terdepan Indonesia.

Kegiatan yang diinisiasi Camat Belakang Padang, Yudi Admajianto dan juga Kelompok Pelestari Lingkungan Hidup dan Budaya (KPLHB) Indonesia dengan tema 'Menjaga Batas Negeri'. Penanaman mangrove ini dilaksanakan di Pulau Thulub, Kelurahan Sekanak Raya, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam.

Pulau ini dipilih menjadi salah satu kawasan yang ditanami ribuan bibit mangrove dikarenakan hanya berjarak 4 mil dari Singapura. Selain itu, kondisi Pantai Pulau Thulub yang sudah terkikis abrasi juga menjadi salah satu alasan dilaksanakannya kegiatan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BKIPM Batam, Anak Agung Gede Eka Susila sangat mengapresiasi kegiatan positif ini. "Kegiatan ini sangat bagus, artinya dapat menginspirasi generasi muda dan semua masyarakat bahwa pentingnya kita menjaga ekosistem mangrove," kata Agung, Sabtu (25/7/2020).

Dijelaskannya, penanaman ribuan bibit mangrove di Pulau Thulub ini akan membangkitkan kesadaran generasi muda dan juga masyarakat untuk terus menjaga hutan mangrove di Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam.

"Karena pentingnya hutan mangrove dalam ekosistem perairan sendiri, kalau mangrovenya lebat, otomatis akan menjadi tempat beberapa spesies ikan untuk berkembang biak," ujarnya.

Dikatakannya juga pentingnya menjaga hutan mangrove ini tidak terlepas dari tingginya angka ekspor ikan dari Kota Batam ke luar negeri, salah satunya Singapura.

Potensi kegiatan ekspor ikan yang besar ini bahkan tidak tergerus meski pandemi Covid-19 sedang menerpa Kota Batam. Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka ekspor setiap harinya dari Kota Batam ke luar negeri.

"Bayangkan setiap malam tidak kurang 10 sampai 30 ton lebih ikan kita dikirim ke Singapura melalui Pelabuhan Belakang Padang, maupun melalui Pelabuhan Sagulung. Dan keberlanjutan pengiriman kegiatan ekspor kita ini juga berkaitan dengan jumlah ikan ketersediaan di alam maupun di laut.

Dengan itu sekali lagi saya sangat mengapresiasi kegiatan ini dan diharapkan kegiatan positif ini dapat terus berlangsung di Kota Batam maupun Kepulauan Riau," ujarnya. (Hendra S)
Share:
Komentar

Berita Terkini