BI Sumut Terus Bersinergi dengan Stakeholder Melalui Program On Boarding UMKM

Editor: Irvan
DETEKSI.co - Medan, Pameran Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2020 ini merupakan rangkaian dari event tahunan Karya Kreatif Indonesia tahun 2020 yang secara resmi telah dibuka oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Parjiyo.

Pagelaran KKSU 2020 mengangkat Tema “Pesona Kain dan Kopi Sumatera Utara”. Tema ini dipilih sebagai upaya kita untuk terus memperkenalkan kekayaan alam dan warisan budaya kain di Sumut yang telah dikenal luas di nusantara maupun secara global.

Karya Kreatif Sumatera Utara Tahun 2020 ini juga ditujukan sebagai salah satu upaya untuk mengakselerasi kebangkitan UMKM di tengah pandemi Covid-19 dan adaptasi UMKM menjalani kehidupan normal yang baru, serta mendorong UMKM dalam memanfaatkan peluang untuk bertransformasi dan berinovasi di era digital, khususnya produk UMKM di bidang fashion, food, dan kopi. Kegiatan ini kekaligus sebagai salah satu bentuk komitmen kita semua dalam mendukung
Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

"Karya Kreatif Sumatera Utara ini akan dilaksanakan secara semi virtual selama 3 hari terhitung sejak tanggal 28 Agustus 2020 sampai dengan 30 Agustus 2020," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Wiwiek Sisto Widayat, Jumat (28/8/2020) di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Jalan Gatot Subroto Medan.

Dapat diinformasikan, sambung Wiwiek bahwa, selama 3 hari penyelenggaraan KKSU 2020, kami telah mengagendakan beberapa kegiatan menarik, diantaranya,  Webinar “Kiat Sukses Pengrajin Kain Tradisional/Daerah Menghadapi Pasar Global melalui Pemasaran Digital”, dengan narasumber desainer nasional Didiet Maulana, Talkshow “Cofffeepreneurs Think Globally”, dan pada Sabtu, 29 Agustus 2020 mulai pukul 10.00 WIB, diisi dengan menghadirkan narasumber Haris Hartanto yang merupakan Founder "Coffeenatics” dan Mikael Jasin (Juara Barista Nasional 2019).

Pada kesempatan ini juga akan diadakan lomba Latte Art Coffee. Kemudian akan diadakan seminar “Menggali Kejayaan Kain Daerah untuk Nusantara di Era Digital”, dan pada Sabtu, 29 Agustus 2020 mulai pukul 14.00 WIB, juga menghadirkan
narasumber desainer nasional Wignyo Rahadi.

Tidak hanya itu, lajut Wiwiek, kegiatan tersebut juga diisi dengan Fashion Show yang akan menampilkan ragam pesona kain Sumatera Utara dan lomba Desain baju Etnik. Serta showcasing dan bazaar produk UMKM dalam sektor fashion, food dan ragam produk kopi di Sumut binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Sibolga, dan Pematang Siantar.

"Terdapat 18 UMKM binaan BI yang menampilkan produknya di area Gedung UPT Pusat Layanan Terpadu (PLUT) Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Utara ini, baik yang berada di Lt. 2 maupun lantai 1, bergabung dengan UKM binaan Dinas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,  UMKM binaan perbankan dan lembaga lain yang secara rutin men-showcase produknya di area gedung UPT PLUT ini," sebut Wiwiek.

Kemudian, seluruh rangkaian acara Karya Kreatif Sumut 2020 juga dapat disaksikan melalui website Karya Kreatif Sumut 2020 dan live streaming melalui akun youtube Kantor Perwakilan BI Sumut.

Ditengah Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung disadari terdampak besar pada sektor ekonomi. Masyarakat berada dalam kondisi waspada dan sangat berhati -
ati dengan membatasi aktivitas dan konsumsi khususnya yang dilakukan langsung, tentunya hal ini berimbas pada transaksi jual beli di pasar. Berbagai elemen pelaku usaha tentunya terkena imbas termasuk para pelaku UMKM. Pada krisis ekonomi tahun 1998 dan 2008, sektor UMKM menjadi penopang ekonomi, namun saat ini, sektor UMKM justru paling rentan atas imbas pandemi Covid-19.

Namun demikian, disisi lain dampak pandemi Covid-19 ini juga dapat menjadi kesempatan dan peluang bagi para pelaku UMKM untuk menciptakan peluang usaha baru menyesuaikan dengan perilaku belanja masyarakat yang semakin mengarah pada layanan daring untuk memenuhi kebutuhan dan mengurangi transaksi secara langsung / tatap muka.

"Dalam upaya mengakselerasi kebangkitan UMKM di tengah pandemi Covid-19 dan adaptasi UMKM menjalani kehidupan normal yang baru, serta mendorong UMKM dalam memanfaatkan peluang untuk bertransformasi dan berinovasi di era digital, selain penyelenggaraan berbagai event promosi seperti KKSU dan capacity building, BI Sumut bersama stakeholder terkait juga terus mendorong transformasi UMKM di bidang digitalisasi baik dari sisi produksi, pemasaran, pembiayaan, maupun pembayaran," paparnya.

Upaya yang dilakukan sejalan dengan tema besar BI dalam mendorong agar UMKM “naik kelas” dan turut berkontribusi terhadap pencapaian tujuan BI Sumut dalam menciptakan kestabilan harga maupun nilai tukar serta penurunan defisit transaksi berjalan.

Selain itu, pengembangan UMKM
juga diarahkan pada integrasi platform digital dengan makin dominannya interaksi merchant-platform-consumer. Hal tersebut, antara lain mendorong penggunaan QR Indonesian Standard (QRIS) yang menjadi ujung tombak dalam mendukung transaksi UMKM yang semakin cepat dan efisien.


"Saat ini dari 46 UMKM binaan Kantor Perwakilan BI Sumut sejumlah 34 UMKM telah terhubung dengan conversational commerce dan marketplace lokal maupun nasional dan sejumlah 41 UMKM telah menerapkan pembayaran digital melalui QR Indonesia Standard (QRIS)," terangnya.

Pun begitu, BI Sumut terus bersinergi dengan stakeholder terkait secara terus menerus melaksanakan kegiatan pendampingan UMKM melalui program on boarding UMKM, fasilitasi perluasan akses pasar melalui pameran dan business matching, mendorong sinergi antar UMKM, Wirausaha unggulan Bank Indonesia, Coaching Clinic, dan program-program lainnya.(Red/Van)















Share:
Komentar

Berita Terkini