Diduga Sebar Berita Hoax, Dua Youtuber Asal Medan Dibekuk Polisi

Editor: Irvan
DETEKSI.co - Medan, Tingkah laku dua youtuber yang memiliki akun YouTube "Yoniar News Pekan" diciduk satuan Reskrim Polrestabes Medan, pasalnya kedua youtuber itu diduga telah menyebar berita Hoax yang mengatakan bahwa pemilik mobil BK 1212 JG 3,7 juta telah menunggak pajak.

Kedua pria tersebut berinisial JMN (45), warga Jalan Pelita IV, Gang Serayu, Kelurahan Sidorame Barat II, Kecamatan Medan Perjuangan dan BEH (39), warga Jalan Karya Gang Cimacan, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat.

Demikian dikatakan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Hermindo Tobing SIK MH dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (18/8/2020) malam menjelaskan kedu pelaku diamankan berkat adanya laporan dari Johansen Ginting yang merasa dirugikan oleh konten YouTube "Yoniar News Pekan".

"Plat kendaraan menunggak pajak yang dikatakan dalam konten YouTube tersebut milik korban. Padahal plat tersebut tidak pernah menunggak, sehingga korban merasa dirugikan lalu membuat laporan ke Mapolrestabes Medan," ujar Kasat Reskrim.

Begitu menerima laporan korban, personil langsung melakukan penyidikan dengan memeriksa saksi-saksi, begitu juga petugas Pajak, ahli bahasa ITE dari universitas Sumut dan gelar perkara. Dari hasil tersebut tersangka terbukti telah melakukan penyebaran berita Hoax yang mengakibatkan merugikan seseorang, sehingga ditetapkan sebagai tersangka.

"Postingan itu dikeluarkan kedua pelaku pada Selasa (11/8/2020) sekitar pukul 11.20 WIB, di Jalan Putri Hijau, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat. Sementara kedua pelaku masih menjalani proses pemeriksaan di Mapolrestabes Medan," sebutnya.

Ditambahkannya, atas perbuatannya ke-duanya diduga melanggar Pasal 45 ayat (3) Undang-undang RI No. 11 Tahun 2016 dan atau Pasal 45A ayat (1) tentang perubahan atas Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik Subs Pasal 14 ayat 1 Undang undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.(Red/Pea)
Share:
Komentar

Berita Terkini