Gumara : Jangan Biarkan Pelajar-pelajar Kabupaten Bener Meriah Ditelan Pandemi

Editor: DETEKSI.co author photo

Deteksi.co-Bener Meriah, Covid-19 jika tidak dikelola dengan baik bisa menjadi problem Daerah di kemudian hari, kenapa tidak. Jika generasi Daerah ini terus ditelan Pandemi, Pernikahan dini dan putus sekolah seiring waktu semakin bertambah, berbagai alasan menghampiri para pelajar untuk putus sekolah dan kawin dini, Karena ketidak mampuan membeli paket data, smart phone dan laptop. Ditambah dengan perubahan sosial masyarakat cukup drastis tanpa disadari.

Sejauh ini peran orang tua tidak begitu dominan dalam mewujudkan anak menjadi pintar di sekolah-sekolah. Kini orang tua menjadi pendidik no 1 untuk meningkatkan pemahaman Anak dan karakternya.

Gumara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bener meriah menghampiri pelajar Desa Linung Bale Tunjang, Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah, Senin (10/8/2020)

Gumara menyatakan, musibah Corona tidak bisa kita prediksi kapan berakhir,salah satu dampak nya kepada anak anak yang tidak bisa sekolah secara tatap muka, sekolah online/daring masih banyak kendala,lalu anak anak desa Linung Bale Tunyang ini bertanya kepada saya, kenapa kami tidak bisa sekolah?

saya jawab untuk menghindari penularan lewat kerumunan, anak itu menjawab lagi,di kampung ini kami tetap berkerumun main dengan teman dalam satu kampung ini, singkat nya,anak anak itu minta belajar di kampung nya sendiri tanpa pergi ke sekolah resmi milik pemerintah yang muridnya bercampur dari puluhan desa.

Lebih lanjut kata gumara akhirnya saya memutuskan untuk memenuhi permintaan anak anak itu, tanpa basa basi kami mempersiapkan uji coba besok pagi dengan tema: sekolah di kampung masing-masing no daring  (SDKMM no daring),kami memakai ruangan pasilitas desa,dan meminta  guru honor yang berdomisili di kampung itu untuk mengajarnya.

Gumara menambahkan kegiatan ini di dukung oleh wali murid dan perangkat desa, dengan memperhatikan protokol kesehatan: memakai masker, cuci tangan sebelum masuk ke ruangan, menerapkan sosial distencing.

"kita juga menanggung perlengkapan belajar seperti buku dll, termasuk jajan anak anak tersebut dan Juga menambah penghasilan guru honor yang berdomisili di kampung ini,agar seluruh keperluan belajar non formal itu tidak menjadi beban orang tua nya, rencana ini kita lakukan atas dukungan penuh perangkat desa tersebut".

Gagasan ini masih dalam tahap uji coba di desa Linung Bale Tunjang kalau bermanfaat dan mendapat dukungan dari semua pihak, tentu akan berlanjut ke kampung yang lain yang Kampung nya tidak terkonfirmasi Corona, sebaliknya kalau uji coba gagasan ini tidak bermanfaat dan tidak mendapat dukungan dari semua pihak maka ide ini kita hentikan tutup Gumara.(PaHMI).

Share:
Komentar

Berita Terkini