Iklan KPU Kota Medan

Iklan KPU Kota Medan
Ayo Nyoblos, 09 Desember 2020

Ketua DPD AJH Medan Kecam Pungli Modus Kwitansi SPSI

Editor: DETEKSI.co author photo

DETEKSI.co - Medan, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Aliansi Jurnalis Hukum (DPD AJH) Kota Medan, Oktaf Vitra Buana mengecam pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan oknum SPSI Medan Petisah.

Bantuan Sosial berupa Sembako yang diberikan oleh Pelindo I Belawan tiba di Kampus Graha Kirana, di Jalan Graha Kirana No. 20 - 22 Petisah Tengah, Kota Medan, Rabu (19/08/2020) sore, Lalu datang oknum anggota SPSI dengan memaksa uang bongkar harus dibayar sembari menunjukkan kwitansi yang cap nya mirip stampel SPSI.

" Oknum SPSI seharusnya bisa membedakan yang mana bantuan sosial dan yang mana bisnis, jikalau itu bisnis itu sah sah saja karena ada keuntungan, ini kan bantuan sosial yang terdampak Covid-19 dan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, " ucap Ketua DPD AJH Kota Medan sembari geleng kepala.

Ketua AJH Medan meminta kepada Kapolrestabes Medan untuk segera menertibkan setiap bentuk Pungli, saatnya Tim Khusus (Timsus) Kepolisian dibentuk untuk menangkap setiap perbuatan diduga pelaku pemerasan/pungutan liar (pungli), tegas Oktaf kepada DETEKSI.co Minggu (22/8/2020) pukul 20.00 WIB.

Hal senada juga diungkapkan, Salah seorang Mahasiswa Hukum Graha Kirana mengaku bernama Enda menuturkan, tidak setuju kalau bantuan sosial di Pungli oleh oknum mengatasnamakan SPSI.

" Saya di TKP bang, usai bongkar, selanjutnya mobil pick up akan meninggalkan lokasi, seorang pemuda yang mengenakan baju warna hitam dan memakai topi langsung menghampiri supir dengan nada tinggi meminta uang SPSI dengan menyodorkan kwitansi kosong." jelas Enda.

Masih kata Enda, dia tidak ikut kerja bang menurunkan barang berupa Sembako, seenaknya saja dia minta uang. Ketika ditanya KTA SPSI tidak bisa menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA). Saatnya Polisi Republik ini bergerak menangkap setiap orang yang meresahkan masyarakat, apalagi ini masih lingkungan Kampus, hukum harus ditegakkan, Polisi tidak boleh kalah terhadap perbuatan premanisme, kata Enda. (Red)
Share:
Komentar

Berita Terkini