Iklan KPU Kota Medan

Iklan KPU Kota Medan
Ayo Nyoblos, 09 Desember 2020

Sidang Perdana Sekwan Kota Batam Terdakwa Korupsi Anggaran Konsumsi

Editor: DETEKSI.co author photo

DETEKSI.co - Batam, Asril, Sekwan Kota Batam yang didakwa melakukan tindak pidana korupsi pada anggaran konsumsi unsur pimpinan DPRD Batam periode 2017-2019, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Jumat (28/8/2020).

Dalam sidang tersebut, Asril mengikuti pembacaan surat dakwaan secara virtual dari Rutan Tanjungpinang. Sementara majelis hakim, jaksa penuntut umum dan penasehat hukum terdakwa hadir di ruang persidangan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Jaksa penuntut umum pada Kejari Batam, Mega Tri Astuti membacakaan surat dakwaan, di mana Asril selaku Sekwan Kota Batam diduga melakukan korupsi sebesar Rp 2.160.402.160 dari pengadaan konsumsi unsur pimpinan DPRD Batam periode 2017-2019.

Diketahui, belanja konsumsi unsur pimpinan DPRD Batam pada tahun 2017 sebesar Rp 550 juta, 2018 sebesar Rp 850 juta, dan 2019 sebesar Rp 750 juta. Semua, dilakukan tanpa proses lelang atau dengan penunjukan langsung (PL).

"Terdakwa diancam pidana sesuai dakwaan primer pasal 2 ayat (1) dan subider pasal 3 jo pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana," kata Mega, saat membacakan surat dakwaan.

Adapun dalam proyek ini, terdakwa Asril dikethaui selaku Pengungguna Anggaran (PA). Dari keterangan saksi-saksi dan alat bukti, jaksa menemukan, Asril merupakan pihak yang banyak menikmati uang hasil korupsi itu.

Sementara itu, Asril mengaku keberatan atas surat dakwaan yang telah dibacakan penuntut umum dalam proses persidangan. Hal ini disampaikan, penasehat hukum terdakwa, Khoirul Akbar, dimana Asril menilai ada beberapa poin dakwaan jaksa yang dianggap tidak tepat.

"Dari dakwaannya jelas karena ada beberapa hal yang dianggap tidak berdasar dan menganggap bahwa jaksanya tidak cermat. Salah satu diantaranya adalah dimasukannya pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Disitu menjelaskan bahwa perbuatan itu dilakukan bersama-sama, sedangkan yang ditahan saat ini hanya klien kami (Asril). Jadi penerapan pasalnya tidak pas," kata Akbar didampingi rekannya, Agus Purwanto.

Menaggapi surat dakwaan itu, sambung Khoirul Akbar, pihaknya akan mengajukan eksepsi pada persidangan berikutnya yang dijadwalkan pada 11 September mendatang. "Keberatan kita terhadap surat dakwaan, akan diuraikan nantinya dalam eksepsi," tutupnya.

Perkara ini diadili dan diperiksa majelis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, masing-masing Guntur Kurniawan, Suherman dan Albiferri. (Hendra S)

Share:
Komentar

Berita Terkini