Badri Aktivis Linge Menduga BUMD dan Pihak Pabrik Bermain Mata

Editor: DETEKSI.co author photo

Deteksi.co-Aceh Tengah, Sejak berdirinya pabrik asing di kecamatan Linge PT Jaya Media Internusa yang penanam modalnya Asing di pimpin oleh Arbi Canggang sebagai direktur utama oleh pabrik tersebut sudah kami curigai bahwa diduga ada permainan dengan pihak BUMD Aceh Tengah."kata Badri kepada media Deteksi.co, Sabtu, (11/09/2020).

Sejauh ini belum ada kejelasan dari pihak perusahaan terkait pembagian saham dengan daerah, tapi hanya pihak BUMD itu sendiri yang diduga bermain mulai dari pengurusan ijin sampai kepenjual getah setengah jadi (Gunderukem).

Badri salah satu aktivis Linge sesalkan hal ini sebenarnya permainan apa yang sudah di lakukan oleh pihak BUMD dan pihak perusahaan yang tak ada untungnya bagi rakyat Linge umumnya untuk pendapatan daerah ini sendiri."ujarnya.

Selain itu Badri juga mempertanyakan kepada pimpinan daerah Bupati Aceh tengah  pejabat yang sifatnya sementara mengurus Badan Usaha Milik Daerah sampai saat ini belum di tetapkan secara aturan yang berlaku dan kami mencurigai dan diduga Bupati juga bermain terhadap hal ini.

Selain itu pada bulan yang lalu terjadi audiensi yang dilakukan oleh ORGANDA  Organisasi Angkutan Darat terkait pengangkutan getah setengah jadi harus melalui meraka namun dalam hal ini juga kami menemukan hal yang aneh 4 Truk Kontener sudah di angkut tujuan ke medan tanpa Organda pada Minggu lalu kami juga curiga menduga pihak organda melakukan nego dengan pihak perusahaan lewat Direktur BUMD. 15 Rekomendasi saat DPRK Aceh Tengah lakukan audiensi dengan pihak organda,BUMD,dan perusahaan hasilnya nihil sampai saat ini,"katanya lagi.

Badri meminta kepada pemerintah daerah tegas agar segera mencopot jabatan Munjir sebagai pejabat sementara di Badan Usaha Milik Daerah karna kami menilai hasil dari penyuplaian getah Pinus di linge tidak bermanfaat bagi masyarakat setempat.

Selain itu Badri juga mendapati bahwa ada pembuang limbah kealiran sungai pada malam hari oleh pihak perusahaan yang limbah tersebut masih tidak memenuhi standar mutu saat di cek di laboratorium dinas lingkungan hidup kabupaten Aceh tengah,"tutup badri.

hingga berita ini di terbitkan pihak media belum dapat memintai keterangan Dirut pihak PT. Jaya Media Internusa (charim).

Share:
Komentar

Berita Terkini