Disnaker Sumut Sosialisasi AKB Kepada Pelaku UKM Guna Memutus Rantai Covid-19

Editor: Irvan
DETEKSI.co - Medan, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memegang peranan sangat besar dalam memajukan perekonomian Indonesia. Selain, alternatif lapangan kerja baru, UKM juga berperan dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi di saat perusahaan-perusahaan besar mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya.

Hal itu diungkapkan Ka UPT Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara, Sevline RB Tambunan SPi MM saat melakukan sosialisasi dan himbauan pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pada UKM guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dimulai sejak tanggal 7 -11 September 2020.

"Saat ini UKM sangat berperan dalam mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia dan menjadi sumber lapangan kerja utama di Sumut. Dan menjadi pendukung bagi pembangunan berkelanjutan sarana penting menyerap banyak tenaga kerja dengan memanfatkan berbagai Sumber Daya Alam (SDM) yang potensial," ujar Sevline RB Tambunan kepada wartawan, Kamis (10/9/2020).

Sevline RB Tambunan sapaan Butet mengatakan pemanfaatan SDM potensial di daerah jika diolah secara komersial, akan berkontribusi besar pada pendapatan daerah maupun pendapatan negara Indonesia. UKM masih menghadapi beragam tantangan, salah satunya  bagaimana meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan kelangsungan usaha ditengah pandemik agar tetap  meningkatkankeselamatan dan kesehatan kerja dengan melaksanakan protokol kesehatan.

Disamping itu, sambung Butet, UKM juga harus berperan aktif bagaimana memutus mata rantai penularan Covid-19 pada adaptasi kebiasaan baru diperlukan kebiasaan-kebiasaan baru dalam bekerja sehingga dapat melakukan kegiatan usaha aman dari penularan Covid-19.

"Sehingga keberlangsungan usaha di sektor UKM tidak hanya terkait dengan kesejahteraan masyarakat tapi juga kepentingan baru global terhadap pembangunan yang berkelanjutan dimana dimensi sosial, ekonomi dan lingkungan terpadu menjadi satu,"kata Sevline.

Menurutnya, AKB merupakan perilaku baru, budaya baru, dan juga fasilitas maupun  kebijakan baru, baik dari sisi masyarakat maupun  pemerintah berdasarkan kedisiplinan untuk tetap menjalankan aktivitas normal dengan ditambah  menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Selanjutnya, sehubungan terbitnya Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 33 Tahun 2020 tentang pelaksanaan AKB dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, dan Pergub Nomor 34 Tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 di sumut.

"Untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, maka diperlukan kebiasaan-kebiasaan baru dalam melakukan kegiatan usaha yang aman dari penularan Covid-19. Dimana adaptasi kebiasan baru ditindaklanjuti oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara," beber Butet menjelaskan Surat Keputusan Nomor 560/170-7/DTK/VIII/2020 tentang  pelaksanaan AKB dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di tempat kerja.

Selaku Ka UPT Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara, sambung Sevline menyebutkan telah menyurati dan menyebarkan informasi adaptasi kebiasan baru tempat kerja kepada pelaku usaha, di Kota Medan, Kota Binjai dan Kabupaten Langkat.

Disamping itu, selain edukasi, sosialisasi dan himbauan pada UKM, dengan harapan pelaku usaha UKM melakukan protokol kesehatan pada adaptasi kebiasaan baru.

"UKM tetap terjaga keberlangsungan usahanya karena UKM telah menciptakan ketersediaan lapangan kerja menyerap tenaga kerja pada pendapatan daerah,"ungkap Sevline.

Sebagai informasi, tercatat di UPT Pengawasan Ketenagakerjaan Wil I Disnaker Provinsi Sumut telah menerima 509 kasus pengaduan tenaga kerja dari serikat pekerja. Tahun 2018, 205 kasus, Tahun 2019 sebanyak 124 kasus dan Januari sampai dengan Agustus Tahun 2020, 180 kasus.(Red)
Share:
Komentar

Berita Terkini