Dituduh Kasih Keterangan Hoax, Kadis Kesehatan Angkat Bicara 'Itu Data Dari Provinsi '

Editor: DETEKSI.co author photo

DETEKSI.co - Labuhanbatu, Kepala dinas kesehatan labuhanbatu H.Kamal ilham Skm angkat bicara soal beredarnya video berurasi 2 menit di media sosial, yang di unggah di akun Facebook  milik Erlina Ritonga pada hari Jumat(25/09) siang, yang mengatakan bahwa dirinya telah menyebarkan informasi hoax terkait riwayat kesehatan Nasrullah Ritongan selaku plt Kepala Dinas Lingkungan hidup yang di nyatakan fositive terpapar Covid19.

Kepada wartawan Kadis kesehatan H.Kamal Ilham Skm Membantah telah menyebarkan informasi hoax seperti yang di maksud pada video yang telah di lihat ribuan pengguna media sosial Facebokk tersebut, " Informasi itu saya terima dari pihak Rumah sakit umum Royal Prima bernomor : 921/EXT/SK/RSURP/IX/2020 yang di tandatangani
Dr Sadarita Sitepu Sp.p,  tertanggal 17 september 2020 yang menerangkan bahwa Bapak Nasrullah di nyatakan sembuh dengan diagnosa Covid19 dan telah di perbolehkan pulang  oleh pihak Rumah sakit , pada surat keterangan tersebut pasien dengan keadaan klinis batuk deman dan sesak, dan harus melakukan isolasi selama 7 hari " jelas Kamal.

Tidak hanya itu, selaku pengurus Gugus Tugas penanganan cobiv 19 kabupaten labuhanbatu pihaknya juga menerima surat dari Dinas Kesehatan Provinsi sumut  yang di tandatangain Kadis Kesehatan Sumut Dr Aris Yudhariansyah MM pada tanggal 21 september 2020 yang menerangkan daftar masyrakat kabupaten labuhanbatu yang fositive Covid19 sesuai hasil Laboturium tempat pasien di rawat.
" jadi dimana informasi yang saya berikan itu hoax, semua nya real data dari pihak RSU dan Dinas kesehatan provinsi" jelasnya.

Pun begitu, dia berharap kepada pihak keluarga agar tidak lagi menjustis pihaknya dan meralat video yang telah beredar  yang mengatakan bahwab  pihak nya telah menyebar informasi palsu yang berakibat akan berkurangan nya kepercayaan masyrakat terhadap pihaknya selaku Gugus Tugas Penanganan Covid19 kab labuhanbatu," bila meluas bisa berakibat fatal, mengingat sampai saat ini kasus covid19 terus meningkat" bilangnya. (Dian)

Share:
Komentar

Berita Terkini