Saksi Dugaan Perampasan Hak Disidangkan di PN.Gunungsitoli

Editor: DETEKSI.co author photo

Deteksi.co - Gunungsitoli, Pengadilan Negeri (PN) Gunungsitoli, Sumatera Utara menggelar sidang pemeriksaan saksi perkara nomor : 23/Pdt.G/2020/PN Gst; yakni gugatan perbuatan melawan hukum (PMH), adanya dugaan "perampasan" hak kemerdekaan dan hak milik serta tipu muslihat, dengan Penggugat Sudirman Telaumbanua dan tergugat CZ.

Dua orang saksi yang diperiksa selama kurang lebih 1 jam diruang persidangan Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Rabu (16/9). Masing-masing saksi mengakui jika halaman rumah dengan jalan setapak dimuka rumah Sudirman (penggugat) sejajar sebelum diaspal oleh CZ.

"Pada waktu itu, kami yang sedang bekerja sebagai tukang dimuka rumah Sudirman untuk mengerjakan gorong-gorong seketika berhenti bekerja. Sudirman saat itu keberatan saat akses jalan keluar masuk dimuka rumahnya mulai tertutupi timbunan batu dan tanah, kami pun akhirnya dipindahkan oleh mandor untuk bekerja dipuncak Onozotoli (lahan milik Christian) sekira 50 meter dari rumah Sudirman" ungkap saksi dalam persidangan.

Diterangkan saksi dihadapan majelis hakim dan panitera bahwa, mereka (para pekerja) diperintahkan oleh mandor untuk mengerjakan sejumlah tapak gajah dirumah Sudirman; yakni 3 dimuka rumah Sudirman yang sekaligus dibangun tembok penahan untuk menahan tanah timbunan jalan, 3 tapak gajah dibelakang rumah dan 2 lubang tapak gajah yang telah digali didalam rumah Sudirman.

"Tapak gajah itu kata mandor, untuk persiapan pembangunan rumah Sudirman agar setinggi dan sejajar dengan jalan, sebab timbunan yang setinggi kurang lebih 3 meter membuat rumah Sudirman seperti berada dijurang. Saat kami memasang tapak gajah dibagian depan dimuka rumah Sudirman, mandor meminta kami agar ujung besi tiang tapak gajah dilebihkan sekitar 1 meter dengan maksud tujuan untuk penyambungan pada besi tapak gajah dibelakang dan didalam rumah Sudirman" jelas saksi.

Menurut Budieli Dawolo, S.H Penasehat Hukum Sudirman, menyatakan bahwa keterangan saksi dalam persidangan menunjukkan adanya perbuatan melawan hukum "merampas" hak kemerdekaan, merampas hak milik dan "tipu muslihat".

"Sesuai keterangan saksi dalam perkara ini, saya sebagai penasehat hukum menilai jika perbuatan tergugat yang menutup akses jalan keluar masuk rumah penggugat, mendirikan bangunan diatas tanah milik penggugat tanpa izin dan mendirikan tapak gajah dan menggali lubang tapak gajah didalam kamar rumah penggugat adalah kesemuanya merupakan pelanggaran hak asasi manusia" kata Budi.

Budi Dawolo berharap agar putusan Hakim dalam perkara ini akan dapat mengembalikan hak hak hidup penggugat sekeluarga yang selama ini terganggu dan tersiksa akibat perbuatan tergugat.

Pantauan wartawan selama persidangan, berjalan aman dan kondusif. Diperoleh informasi, Tergugat sejak awal persidangan gugatan hingga sidang pemeriksaan saksi tidak pernah hadir dan diwakili oleh penasehat hukumnya, Sidang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli didampingi dua anggota majelis hakim dan panitera pengganti.

Sementara penasehat hukum tergugat, Itamari Lase, S.H.,MH yang hendak diminta pendapatnya, (17/9/2020). Wartawan belum berhasil memperoleh nomor kontak beliau yang dapat dihubungi. (Delianus Harefa).

Share:
Komentar

Berita Terkini