Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pakpak Pro-Demokrasi Demo, Kantor KPU Sumut Sepi Aktifitas

Editor: Irvan

DETEKSI.co - Medan, Di demo puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pakpak Pro-Demokrasi, kantor Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara (KPU Sumut) di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kec. Medan Timur, Kota Medan, Sumut, terlihat kosong melompong, Kamis (1/10/2020) siang.

Disaat pengunjuk ras melakukan orasinya untuk menuntut stop kampanye hitam, menghina/ Sara, menghasut dan mengadu domba warga Pakpak Bharat ke kantor KPU Sumut. Anehnya, tidak satupun Komisioner KPU Sumut berkenan menemui massa pengunjuk rasa, itu terlihat dengan kondisi kantor KPU Sumut terlihat sepi tidak adapun aktifitas di kantor KPU Sumut dan hanya beberapa kendaraan mobil pribadi dan sepeda motor terlihat terparkir di pelataran parkir kantor KPU Sumut tersebut.

Karena tidak ada satupun anggota Komisioner KPU Sumut yang menerima aspirasi maupun tuntutan mereka, akhirnya massa aksi membubarkan diri dan berjanji akan kembali lagi melakukan unjuk rasi ke kantor KPU Sumut dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi.

Sbelumnya, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pakpak Pro-Demokrasi melakukan aksi unjuk rasa di kantor KPU Sumut.

Dalam orasinya, massa aksi melihat kondisi Kab. Pakpak Bharat saat ini telah darurat demokrasi, elit politik terus menggunakan isu Sara dan kampanye hitam sebagai bahan politik mereka. " Demokrasi kita akan semakin terbenam dan rusak apabila perilaku elit politik (salah satu kandidat) masih memakai sistem kotor seperti ini," ujar Maiko Manik koodinator aksi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pakpak Pro-Demokrasi.

Terlebih video yang viral di media sosial,  sambung Maiko Manik mengatakan video salah anggota tim sukses mengintimidasi warga karena beda pandangan politik. Belum lagi tuduh menuduh ijazah palsu. Serta plintir-plintir tentang suku Pakpak.

"Demokrasi yang sehat tidak akan terjadi apabila kejadian tersebut selalu berulang," sebutnya.

Oleh karena itu, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pakpak Pro-Demokrasi menuntut agar penegak hukum, penyelenggara dan pengawas pemilu bertindak tegas.

"Tangkap oknum Tim Sukses salah satu Paslon. Kapoldasu harus memperhatikan masyarakat Pakpak Bharat, banyak isu yang menyebar berpotensi memecah belah persatuan bangsa dan menangkap akun-akun palsu Facebook yang menyebarkan fitnah dan hoax sehingga meresahkan warga, serta memproses kampanye hitam yang diduga dilakukan oleh SB," ujar koordinator aksi sembari menyerukan "Stop kampanye hitam ijazah palsu".(Red/Van)

Share:
Komentar

Berita Terkini