Iklan KPU Kota Medan

Iklan KPU Kota Medan
Ayo Nyoblos, 09 Desember 2020

Peran Kebijakan Fiskal Terhadap Perekonomian Nasional dan Regional

Editor: Irvan

DETEKSI.co - Medan, Peran Kebijakan Fiskal Terhadap Perekonomian Nasional dan Regional yakni menurunkan tingkat inflasi artinya penurunan inflasi dilakukan lewat penundaan atau pembatalan proyek pemerintah yang sedang berlangsung untuk  mengurangi peredaran mata uang.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Kanwil DJPb Prov. Sumut, Tiarta Sebayang kepada peserta pelatihan Wartawan Ekonomi dan Bisnis Bank Indonesia (Web-BI) di The Hill Hotel, Sibolangit, Rabu (4/11/2020), siang.

Meningkatkan produk domestik bruto, hal ini dicapai dengan mendorong produksi masyarakat atas barang dan jasa dengan cara memperbesar pengeluaran ataupun meningkatkan transfer pemerintah.

"Mengurangi tingkat pengangguran, tugas ini dipenuhi lewat cara melakukan proyek pembangunan Negara sehingga pemerintah dapat menciptakan lapangan kerja baru guna mengurangi pengangguran," ujar Tiarta Sebayang.

Kemudian meningkatkan pendapatan masyarakat, sambung Tiarta Sebayang memaparkan peningkatan dapat dilakukan dengan menciptakan lowongan baru dari pembangunan proyek dan merekrut masyarakat sebagai pekerjanya. Serta meningkatkan stabilitas perekonomian, peningkatan kestabilan di tengah  ketidakstabilan dapat dilakukan untuk mengurangi dampak internasional fluktuasi siklis.

"Mensejahterakan masyarakat dapat dilakukan lewat pengaturan pengeluaran pajak, perbelanjaan, dan pengaturan utang sehingga masyarakat lebih sejahtera, " ungkapnya.

Selanjutnya, fungsi kebijakan Fiskal sama dengan fungsi APBN. Fungsi otoritas adalah ketika anggaran negara menjadi pedoman untuk mencari pendapatan dan belanja untuk tahun yang bersangkutan.

Sementara fungsi perencanaan merujuk ketika anggaran negara menjadi dasar bagi manajemen dalam merencanakan anggaran tahun yang bersangkutan.

"Fungsi pengawasan adalah ketika anggaran negara menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintahan negara sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan," sebutnya.

Tidak hanya itu, fungsi alokasi juga berpengaruh terhadap penggunaan anggaran, yang ketika anggaran negara dialokasikan untuk tujuan mengurangi tingkat pengangguran dan pemborosan sumber daya, serta menambah efisiensi dan efektivitas perekonomian Negara.

"Fungsi stabilisasi, ketika anggaran pemerintah menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian, serta fungsi distribusi, artinya ketika kebijakan negara membuat kebijakan anggaran dengan adil dan rasa kepatutan," paparnya.

Tujuan kebijakan fiskal menjag kestabilan ekonomi yang lebih mantap atinya tetap mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi yang layak tanpa adanya pengangguran yang berarti atau tanpa adanya ketidakstabilan harga-harga umum.

"Kebijakan fiskal tercermin pada volume APBN yang dijalankan pemerintah, karena APBN memuat rincian seluruh penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Dengan demikian APBN dipakai oleh pemerintah sebagai alat stabilisasi ekonomi," pungkasnya.(Red/Van)

Share:
Komentar

Berita Terkini