Iklan KPU Kota Medan

Iklan KPU Kota Medan
Ayo Nyoblos, 09 Desember 2020

Ratusan Masyarakat Sumut Bersatu Tolak Kedatangan HRS dan Bakar Fotonya

Editor: Irvan

DETEKSI.co - Medan, Ratusan masyarakat Sumatera Utara (Sumut) dan masyarakat Kota Medan yang tergabung dalam Front Pembela Pancasila (FPP) melakukan aksi unjuk rasa (Unras) di kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, sekitar pukul 15.10 WIB, Jumat (20/11/2020) siang, sekira pukul 14.00 WIB.

Sebelum menuju ke kantor Gubsu, pengunjuk rasa terlebih dahulu berkumpul di Lapangan Merdeka Jalan Pulau Pinang. Setelah itu, pengunjuk rasa bergerak menuju kantor Gubsu, sambil membawa spanduk besar bergambar Habib Rizieq Shihab (HRS) dan spanduk lainnya yang bertuliskan penolakan terhadap kedatangan HRS. "Masyarakat Sumatera Utara menolak kedatangan HRS".

Pantauan di pusat konsentrasi massa tersebut, koordinator aksi tetap menghimbau agar massa aksi tetap menjaga Protokol Kesehatan serta menjaga jarak dan terlihat sejumlah spanduk yang di pajangkan dengan bertuliskan "Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk saling menghina, menghasut dan menebar kebencian".

Massa juga terlihat membakar ban bekas di depan kantor Gubsu dengan menggunakan bensin.

"Sumatera Utara dari dulu ke dulu itu tetap menjaga kebersamaan, tetap heterogen dengan kasih sayang sesama kita. Tidak pernah kita bertengkar gara-gara beda paham, beda kelompok, beda agama. Maka dari itu, kami mengatakan ingin damai, ingin tenteram. Jangan sampai dengan datangnya HRS, umat dari seluruh keyakinan bisa bertikai, bisa berbeda paham, terjadilah perpecahan di Sumatera Utara," kata Ketua Aliansi Masyarakat Islam Rahmatan Lilalamin, Zulkarnain, dalam orasinya.

Usai melakukan orasi di kantor Gubernur, massa kembali melanjutkan aksi di titik nol Kota Medan di depan kantor pos besar, disitu pengunjuk rasa kembali membakar ban bekas sambil membakar foto HRS.

Selain itu pengunjuk rasa juga menyuarakan bahwa masyarakat Sumut menolak oknum provokator pemecah bangsa. Surat pernyataan penundaan kedatangan HRS di tengah kota Medan. 

"Kami pengunjuk rasa yang tergabung dalam Front Pembela Pancasila meminta kepada Gubernur Sumatera Utara agar menunda kedatangan datangnya ke Sumatera Utara/ Kota Medan dan jangan sampai kedatangan menuai gelombang massa yang besar dan mengakibatkan menambahnya cluster baru penyebaran Covid-19, serta demi menjaga kekondusifan Sumatera Utara khususnya Kota Medan yang merupakan Kota yang humanis dan Kebhinekaan perbedaan tetap terjalin dan jangan sampai perbedaan itu menjadi kacau akibat pengaruh paham-paham radikal," tegas Ustad Martono dari Aliansi Masyarakat Islam Rahmatan Lilalamin saat melakukan orasi di depan Kantor Pos Besar.

Tidak hanya itu, Ustad Martono mengatakan dengan menyampaikan aspirasi dan menolak kedatangan HRS. "Kami menganggap kehadiran beliau akan membawa mudarat bagi kemaslahatan warga Sumatera Utara sehingga kita menolak kehadiran beliau ke Sumatera Utara," pungkas Ustad Martono.(Tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini