Iklan KPU Kota Medan

Iklan KPU Kota Medan
Ayo Nyoblos, 09 Desember 2020

Tak Kunjung Cair, Korban BMW Cash Mencari Keberadaan Sugianto

Editor: DETEKSI.co author photo

DETEKSI.co - Asahan, Ratusan orang mendatangin rumah orang tua dari Owner Bintang Maha Wijaya (BMW Cash) Sugianto alias Anto, Jum'at malam (13/11/2020).

Owner BMW Cash, Anto yang dicari oleh mitranya,dalam beberapa hari ,pasalnya uang sebanyak Rp. 60 milliar tak kunjung dicairkan.

Menurut keterangan warga setempat yang bernama Suraji mengungkapkan bahwa Sugianto alias Anto bukan kali ini terjerat kasus. Sebelumnya Anto disebut pernah menjalani masa hukuman di penjara, lantaran mengedarkan uang palsu (upal).

"Beberapa tahun lalu, nggak ingat kapan tepatnya, pernah terkena kasus uang palsu. Ditangkap di kecamatan Meranti (Asahan). Uang itu dicetaknya sendiri," kata Suraji.

Selain itu menurut Suraji, keahlian mencetak uang palsu itu dipelajari oleh Sugianto alias Anto secara otodidak. Terlebih saat itu, Anto disebut mulai belajar berbagai program dan aplikasi komputer. Bahkan atas kemahirannya mengoperasikan komputer, Anto sempat membuka usaha rental dan fotocopy di sekitar tempat tinggal mertuanya.

"Mulai belajar-belajar komputer. Otodidak kayaknya sampai sempat buka rental komputer. Di situ juga ada ditemukan polisi uang palsu, alat-alatnya sempat dibawa, disita," ujarnya.

Sementara terkait latar belakang pendidikan, Anto merupakan alumnus sebuah STM swasta di Kota Kisaran. Owner BMW Cash itu mengambil jurusan elektronik.

"Dia (Anto) ini tamatan STM, jurusan elektor. Begitu tamat pernah buka reparasi barang-barang elektronik. Jadi ada beberapa orang yang bawa TV, radio dan barang eletronik lainnya lah untuk dibetulin, uang diambil. Tapi barangnya tak pernah selesai," ungkapnya.

Terkait kasus yang menimpa Anto, Suraji mengaku tak merasa heran. Lantaran mengenal sosok Anto yang memang sejak kecil tumbuh di kampung mereka.

"Meski bisnis investasi BMW Cash milik Anto sempat mencuat, tidak ada tetangga tempat tinggal orang tuanya di Dusun VII, Desa Punggulan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan ini yang mau ikut dalam bisnis tersebut. Sebab warga sekitar sudah tau tabiat si Anto, dan nggak ada yang mau ikut BMW Cash. Kalau desa sebelah ada," ungkapnya.

Sementara itu, senada disampaikan warga lain yang bernama Atik. Wanita paruh baya itu juga mengungkapkan bahwa Anto pernah terjerat kasus hingga harus mendekam di penjara.

"Tapi sejak bisnis BMW Cash berjalan, di massa pandemi covid-19 Anto pernah berbagi, yakni memberikan beras seberat 5 kilogram kepada warga sekitar. Memang pernah masuk (penjara) dulu. Tapi pun dia baik juga, ada bagi-bagi beras sama kami, pas baru-baru covid," pungkas Atik. (Boim)

Share:
Komentar

Berita Terkini