DPP AJH & DETEKSI.co

Alamak! untuk Dapat DO Cantik Diduga Pakai Uang Pelicin

Editor: DETEKSI.co author photo

DETEKSI.co - Labuhan, Industri Minyak dan Gas Bumi merupakan sektor penting didalam pembangunan nasional baik dalam hal pemenuhan kebutuhan energi dan bahan baku industri di dalam negeri maupun sebagai penghasil devisa negara sehingga pengelolaannya perlu dilakukan seoptimal mungkin, Dikutip dari Tugas Dan Fungsi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). 

Dalam upaya menciptakan kegiatan usaha minyak dan gas bumi yang mandiri, andal, transparan, berdaya saing, efisien, dan berwawasan pelestarian fungsi lingkungan serta mendorong perkembangan potensi dan peranan nasional sehingga mampu mendukung kesinambungan pembangunan nasional guna mewujudkan peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, telah ditetapkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Menurut narasumber yang terpercaya dan enggan menyebutkan namanya itu  menduga jika mendapat bon Delivery Order (DO) dari  PT Elnusa Petrofin Jalan KL Yos Sudarso KM 19,5 No.13, Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan diketahui sebagai anak perusahaan PT. Pertamina (Pesero) Terminal BBM  paket lengkap (Bon DO pilihan) disebut sebut memakai uang pelicin

"Dugaan itu, Sering kita dengar dengar, uang bon DO seratus (Rp 100.000), lima puluh, kalau biasa biasa limpul dikasinya, Seratuslah yang apa, untuk DO cantik dikasih orang itu seratus, track track jauh, itulah kata orang itu dapat bon cantik seratus(bon pilihan)" terang sumber.

"Rata rata pukulan seratus, lima puluh(Rp 50.000) itu  Motor motor indek kalengnya, dapat dua kaleng aja berani bayar lima puluh, kadang orang itu mengatakan "gunung ya" uang jalan besar (jutaan) kalengnya ada, pulangnya (paket yang menjanjikan)" ucapnya yang menirukan gaya oknum supir yang terkesan ngotot untuk dapat bon DO cantik (pilihan).

Tak hanya itu, Setelah mengambil bon Delivery order (DO), fase kemudian mengambil uang jalan (retase), menurut sumber seperti ada potongan difase retase tersebut.

"Kalau uang jalan jauh banyak uang retasenya, besar uangnya, sepuluh, lima ribu, kalau Rp 5.000 aja disebut sebut sudah wajib itu , seperti potongan, kalau jauh dipotongnya banyak, kalau jauh mau Rp 10.000 potongannya. kalau dekat potongannya mau sedikit, kata sumber.

"Terkadang nampak lakukan transaksi itu, supir-supir itu menunggu, sewaktu pulang ditunggu orang itu, dituntun orang itu mobilnya, mungkin mati ketakutan karena tidak menyiram tadi kan, tahan mereka mengejar diparkiran, ibaratnya mau pilihan dia, konon katanya bon cantik identik kalengnya ada. Ujarnya yang menduga hal ini sudah terjadi bertahun tahun.

masih dari sumber, "terkadang duitnya sudah diambil orang itu tak disitu, ini udah ngebon, yang ini tak dikasikan,  kemudian supir lain mau bon yang sama, 
Terpaksa gantianlah" tuturnya.

Senada dengan itu Priadi  mantan awak mobil tangki PT Elnusa Petrofin/departement transportasi AMT I sembari mengadukan nasibnya kepada awak media ini, menurutnya kisah yang dialaminya bahwa ia dipecat tak berdasarkan kebenaran sesungguhnya.
Ketika wartawan ini menanyakan terkait bon DO yang disebut sebut terjadi Diseputaran kawasan TBBM Pertamina Labuhan (Persero), ia pernah mendengar hal itu terjadi.

"Kata katanya ada musibah yang mobil 24 masuk ke Mabes kan diselesaikan, katanya- katanya si supir yang tertangkap, dia bocor rupanya, diadukan semuanya, "kami pak mau tera, maaf, dia umbarkan semuanya, kalau bayar itu disebut mahal mahal Lo, kata priadi.(Usman)

Share:
Komentar

Berita Terkini