Jelang Ganti Tahun Harga Ikan dan Udang Melambung Tinggi

Editor: Admin author photo

DETEKSI.co - Medan, Kurang bersahabatnya musim dan adanya gelombang pasang yang tinggi, membuat nelayan enggan melaut ditambah lagi menjelang perayaan ganti tahun 2020 ke Tahun 2021 yang tinggal beberapa hari lagi membuat harga ikan melambung tinggi.

Kenaikan harga ikan ini disertai kelangkaan ikan dan udang di pasar central seperti pajak cemara. Hal ini di tandai dengan banyaknya lapak lapak kosong di pajak pajak sekunder seperti di Sei kambing, suka rame, alpaka, simpang kemuning, pulau brayan dan suasa raya.

Sementara di pajak central seperti cemara juga mengalami penurunan stok dari para agen daerah.

Dari hasil kongirmasi salah satu agen ikan/udang di pajak central cemara "A'an/46 Th" mengatakan bahwa kejadaian ini selalu bersamaan dengan cuaca yang tidak mendukung seperti gelombang pasang dan angin yang tinggi hingga nelayan enggan melaut.

Sementra hasil konfirmasi pedagang sekunder di pajak suasa raya, Ondok (45) mengatakan bahwa kenaikan harga ikan dan udang ini selalu terjadi di saat pada saat hari hari besar dan pada saat pergantian tahun yang mana pada saat itu permintaan akan ikan dan udang tinggi.

Dilain pihak, Supoyo (55) salah satu pegawai pelabuhan besar ketika di konfirmasi mengatakan kalau kenaikan harga ini selalu di picu oleh kelangkaan barang seperti ikan dan udang karena cuaca extrime.

Dari hasil survey rata rata kenaikan harga ikan dan udang berkisar sekitar Rp 5.000,_ sampai Rp 8.000,_ per kg nya. Hal ini dilihat dari harga masing masing jenis ikan dan udangnya seperti : ikan gembung dari harga rp 36.000 ke rp 44.000, ikan tongkol dari rp 26.000 ke rp 34.000, ikan dencis dari rp 25.000 ke rp 30.000, bandeng dari rp 20.000 ke rp 28.000, ikan senangin dari rp 26.000 ke rp 35.000, mujair dari rp 22.000 ke rp 30.000, sementara kenaikan signifikan harga udang dari rp 70.000 ke rp 82.000,_
Demikian laporan berita ekonomi. (Subiyono)

Share:
Komentar

Berita Terkini