Penegakan Hukum, InDeKs Dukung Langkah Tegas Polri

Editor: DETEKSI.co author photo
Ketua Umum Inti Demokrasi Kebangsaan (InDeKs), Yayong Waryono (tengah) saat peresmian InDeks beberapa waktu lalu. (Ist)

DETEKSI.co - Jakarta, Inti Demokrasi Kebangsaan (InDeKs) mendukung langkah tegas Polri dalam menjaga ketertiban masyarakat dan menegakkan hukum. Karena ketentraman, keamanan dan kenyamanan merupakan situasi yang didambakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Ketua Umum InDeKs, Yayong Waryono mengatakan, negara berkewajiban untuk menciptakan situasi yang tentram, nyaman serta aman di tengah masyarakat luas. Situasi dan kondisi itu hanya dapat tercipta, apabila masyarakat dapat tertib dan patuh terhadap aturan hukum yang berlaku.

Sebaliknya, tambah Yayong, negara akan selalu diliputi situasi kekacauan jika hukum tidak dapat ditegakkan secara tegas dan benar.

"Siapapun yang bersalah atau dianggap salah, baik tokoh agama, tokoh politik atau tokoh masyarakat, wajib taat terhadap aturan hukum. Dan Polri harus tegas tanpa pandang bulu, karena didepan hukum semuanya sama, terlebih fitrah manusia adalah tempatnya salah," kata Yayong kepada redaksi di Jakarta, Jumat (11/12/2020).

Sementara terkait peristiwa meninggalnya 6 anggota FPI pasca bentrokan dengan anggota polisi, Yayong menyampaikan rasa berbela sungkawa kepada keluarga korban, dan menghimbau agar semua pihak dapat menahan diri dan tidak ikut memperkeruh suasana.

"Semua pihak harus bersikap bijak, karena setiap peristiwa tidak berdiri sendiri tapi selalu diikuti oleh rangkaian peristiwa sebelumnya yang terjadi. Seandainya HRS (Habib Rizieq Shihab) dari awal lebih kooperatif, mungkin peristiwa tersebut tidak akan terjadi," sesalnya kemudian.

Seperti diketahui, saat ini kasus dugaan penyerangan terhadap polisi dan insiden penembakan enam laskar FPI telah ditangani Mabes Polri. Mabes Polri kemudian membentuk tim khusus dari Propam untuk menelisik dugaan pelanggaran prosedur operasi yang dilakukan personel kepolisian.

Bentrokan antara anggota polisi dengan simpatisan HRS terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12/2020) sekitar pukul 00.30 WIB. Atas kejadian itu, enam orang laskar pengawal HRS tewas tertembak timah panas polisi. (EDO)

Share:
Komentar

Berita Terkini