DPRD Labuhanbatu Dinilai Bantut, Ini Alasannya

Editor: DETEKSI.co author photo

DETEKSI.co - Labuhanbatu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Labuhanbatu dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya Alias "Bantut" Sebagai Fungsi Pengawasan terhadap kinerja Pemerintahan Daerah Labuhanbatu (Pemda).

Hal tersebut dikatakan oleh direktur Pusat Studi Kolektif Indonesia Fauzi Ramadhan.SPd kepada wartawan Rabu 27 Januari 2021.

Di jelaskan Fauzi bahwa "Bantut" nya kinerja DPRD labuhanbatu belum digunakannya hak interpelasi DPRD  terhadap sejumlah masalah yang terjadi di Pemerintah kabupaten Labuhanbatu seperti pemutusan Kontrak 569 guru MDTA, hutang jangka pendek sebanyak 85 M tahun 2019-2020, seperti proyek daerah, Gaji Honor daerah, Siltap Kepala Desa selama 2 bulan, kemudian persoalan pemutusan tenaga kotrak Honor BPBD, Janji Beasiswa, dan yang terakhir tentang pengusulan Finising Rumah Dinas Bupati sebesar 7 M.

"Sejak di angkatnya wakil rakyat sebagai Dewan Perwakilan Rakyat mengucapkan Sumpah dan janji untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja pemerintahan yang tertuang dalam hak interpelasi, harusnya dengan Banyak nya persoalan yang terjadi, DPRD Labuhanbatu mempertanyakan alasan pemerintah mengenai gaji honor tidak dibayar? Kenapa kontrak honor BPBD di putus dan dimasukkan pegawai honor yang baru? Kenapa beasiswa yang di janjikan tidak di berangkatkan, dan masih banyak lagi pertanyaan pertanyaan yang harus di tanyakan oleh DPRD yang tertuang dalam hak interpelasi DPRD, " ucapnya

Itulah sebabnya Fauzi menilai DPRD Labuhanbatu Bantut.

"Ya bantutlah, harusnya mereka bekerja sebagai wakil rakyat, dan bekerja untuk melindungi hak hak rakyat, " tegas Fauzi.

Fauzi juga menilai DPRD Labuhanbatu Hanya Tau Jalan jalan, ngabisin Uang Rakyat namun tidak bermanfaat bagi rakyat.

"Selama satu tahun ada tiga kali DPRD Labuhanbatu melakukan kunjungan Kerja keluar daerah dengan alasan untuk melakukan studi banding terhadap aspek peningkatan ekonomi daerah melalui regulasi yang di bentuk oleh DPRD, namun sampai hari ini tidak ada aplikasi kunjungan kerja yang di lakukan DPRD Labuhanbatu," ungkapnya.

Sementara Ketua DPRD Labuhanbatu Meika Rianti Siregar yang di konfirmasi Oleh Wartawan melalu seluler tidak mendapat jawaban meski terdengan suara berdering, hingga berita ini sampai ke meja redaksi. (Ari)

Share:
Komentar

Berita Terkini