PT. Monspace Mega Indonesia Digugat ke PN. Medan Terkait Wanprestasi

Editor: DETEKSI.co author photo
Kedua Saksi Disumpah Dihadapan Majelis Hakim

DETEKSI.co - Medan, Monspace Multinational Corp - Pusat Malaysia C/Q Monspace Mega Indonesia - cabang Indonesia, beralamat jalan Kol Yos Sudarso Kel. Glugur Kota, Kec. Medan Barat, Kota Medan Provinsi Sumatera Utara digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Medan, terkait Wanprestasi.

Gugatan itu diajukan oleh dua mantan nasabah (member) yakni Herman dengan perkara nomor Reg.No.482/Pdt.6/2020/PN.Mdn dan Suhendri dengan perkara nomor Reg.No.483/Pdt.6/2020/PN.Mdn.

Ketua Majelis Hakim, Syafril Batubara kembali membuka sidang dengan agenda keterangan saksi di Ruang Cakra 2, PN Medan, Selasa (19/1/2021) sekira 13:00 Wib..

Saksi yang dihadirkan adalah dari pihak penggugat yakni inisial AA dan TKP. Namun, pihak tergugat tampaknya keberatan dengan keterangan saksi tersebut.

Pengacara tergugat lalu bertanya dari mana saksi mengetahui hubungan perusahaan yang di Medan dengan Malaysia.

Kemudian saksi menjawab di setiap acara ada disebutkan bahwasanya Monspace Indonesia adalah cabang dari perusahaan oleh owner yang berasal dari Malaysia.

"Dalam setiap even Monspace Mega Indonesia juga mendampingi, itulah yang membuktikan ada hubungan kedua perusahaan," jawab saksi.

Selanjutnya pengacara tergugat juga bertanya apa bukti saksi bergabung di Monspace Mega Indonesia dan saksi menjawab buktinya melalui akun, pemberitahuan melalui email untuk pengaktifan akun member untuk bisa mengakses aplikasi m1.msm4all.com

"Pernah saudara saksi melihat dokumen?," tanya pengacara tergugat lagi.

Lalu saksi menjawab tidak pernah melihat dokumen, namun melihat pemberian sertifikat condominium dihadiri pihak management Monspace Mega Indonesia dengan pihak management Monspace Malaysia.

Sementara itu, Tim pengacara penggugat, Hendrik Parlaungan Soambaton, SH didampingi Franky A Purba, Bety Ayu dan Sanny K Nainggolan, kepada wartawan mengatakan, saksi yang dihadirkan merupakan yang mengetahui langsung mengenai permasalahan ini.

"Itu kan saksi sudah disumpah. Itu saksi bukan hanya mendengar-mendengar. Mereka termasuk yang invest ke perusahaan tersebut. Termasuk mereka leader di situ. Jadi jelas fakta itu memang dialami mereka. Mereka juga mengetahui penyerahan sertifikat condominium itu," katanya.

Pengacara penggugat juga membenarkan mereka melakukan gugatan wanprestasi terhadap, Monspace Multinational Corp-Pusat Malaysia C/Q Monspace Mega Indonesia-Cabang Indonesia, beralamat di Jln Kol Yos Sudarso, Kel Glugur Kota, Kec Medan Barat.

"Adapun alasan-alasan gugatan ini diajukan bahwa penggugat adalah perusahaan bergerak di bidang network marketing yaitu bisnis yang dijalankan bersama-sama dalam penjualan mata uang unit AIDC (Anniversary Indonesia Declaration Currency). Kemudian sejak bulan Desember 2016 penggugat bekerja sebagai tim bisnis (net workers) sekaligus sebagai nasabah (member) pada tergugat dan penggugat diberi tugas atau pekerjaan oleh tergugat untuk mencari member yang bersedia bergabung dengan bisnis tergugat," ujarnya.

Lebih lanjut, pengacara penggugat menjelaskan yaitu dengan jual beli produk tergugat berupa mata uang unit AIDC. Harga pembelian 1 unit AIDC sekitar Rp1.800.000 dan diberikan kepada nasabah berbentuk koin Monspace Dollar (MSD) dan nilai jual per unit kemudian ditentukan harga pasar.

"Bahwa jika nasabah membeli 1 unit AIDC seharga Rp1.800.000 maka nasabah mendapatkan 2500 coin Monspace Dollar (MSD)," tuturnya.

Pengacara penggugat juga mengatakan bahwa penggugat terus bekerja keras untuk membangun jaringan mencari nasabah (member) dikarenakan tergugat akan memberikan reward (penghargaan) kepada tim bisnis (networkers) yang dianggap berhasil pencapaian penjualan 2000 unit AIDC.

Maka penggugat mendapatkan reward atau penghargaan dari hasil kualifikasi tergugat berupa 2 unit condominium (kamar apartemen) untuk atas nama Herman dan Suhendry 1 unit condominium yang berlokasi di Seramban Malaysia yang mana harga 1 unit condominium seharga Rp.3 miliar.

"Pada tanggal 11 November 2017 di Hotel Bidakara Bandung, tergugat membuat acara khusus "pertemuan kedua 100 Hero Indonesia" yang dihadiri para member, para tim bisnis dan pihak tergugat dan pada acara tersebut diadakan penyerahan 2 buah sertifikat tanda hak kepemilikan 2 unit condominium dari tergugat kepada penggugat dan kepada para tim bisnis (networkers) lainnya yang telah berhasil pencapaian penjualan 4000 unit AIDC dengan kententuan baru akan dimiliki condominium tersebut pada tahun 2020 setelah pembangunan selesai dibangun," jelasnya.

Pengacara penggugat menambahkan, bahwa penggugat sebagai nasabah/member pada tanggal 10 Oktober 2017 ada membeli 1.764.286 coin Monspace (MSD) seharga Rp1.250.000.000,-

Kemudian pada tanggal 3 Mei 2018, penggugat sebagai nasabah mengetahui bahwa akun milik penggugat yang ada di website milik penggugat tidak berfungsi dan koin-koin Monspace Dolar (MSD) milik penggugat tidak dapat dipergunakan untuk dijual sehingga penggugat mengalami kerugian dikarenakan investasi penggugat kepada tergugat sebesar Rp1.250.000.000 tidak dapat lagi dimiliki penggugat.

Tak terima, selanjutnya Herman dan Suhendri menggugat ke pengadilan. Keduanya pun berharap kepada Ketua Majelis Hakim, Syafril Batubara menerima gugatan mereka untuk seluruhnya.

"Kemudian menyatakan tergugat telah melakukan perbuatan ingkar janji (wanprestasi). Menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang telah diletakkan atas harta-harta milik tergugat baik harta bergerak maupun tidak bergerak. Dan menghukum tergugat untuk membayar ganti kerugian materi maupun kerugian immateri yang dialami penggugat," pungkasnya. (Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini