Sudah Ditetapkan Tersangka Penculikan dan Penyiksa Maradona Belum Ditangkap, Kuasa Hukum Layangkan Surat Kepada Kapoldasu

Editor: Irvan

DETEKSI.co - Medan, Terkait telah di tetapkannya para tersangka penculikan dan penyiksaan terhadap korban Maradona (34) warga asal Siantar oleh penyidik Polrestabes Medan, hingga sampai saat ini para tersangka belum juga ditangkap dan masih bebas melenggang menghirup udara segar.

Diketahui, tersangka penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh oknum Polisi yang bertugas di Poldasu dan kawan-kawannya.

“Keterangan dari penyidik sesuai Sp2HP, kelima orang pelaku telah di tetapkan sebagai tersangka pada Bulan Desember tahun lalu dan surat penangkapan terhadap kelima tersangka pun sudah dibuat. Namun hingga saat ini kelima tersangka belum juga dilakukan penangkapan,” ungkap Kuasa Hukum Maradona, Johanes Siregar,SH kepada wartawan, Rabu (27/1/2021).

Tidak itu saja, sambung Johanes, surat penangkapan pun telah 2 kali diperbaharui oleh pihak penyidik, namun salah seorang yersangk merupakan oknum anggota Polisi berinisial BN belum juga ditangkap.

“Menurut keterangan penyidik, Desember 2020, silam, sudah dibuatnya surat penangkapan, selanjutnya habis masa berlakunya, kemudian dibuat lagi surat penangkapan di bulan Januari 2021. Tapi sampai sekarang surat penangkapan terhadap tersangka belum turun dari Kasat Reskrim. Sehingga kami sebagai kuasa hukum sangat kecewa, karena tidak ada kepastian hukum terhadap klien kami,” tegas Johanes Siregar.

Lanjut Johanes, menambahkan akibat kejadian itu korban menjadi trauma dan ketakutan. Apakah karena salah seorang tersangka merupakan anggota oknum Polisi hingga belum juga ditangkap?.

“Salah satu terduga pelakunya adalah oknum Polisi yang tega menculik, menyekap dan menyiksa klien kami selama 5 hari, lalu korban di pukuli dengan tanggan dan di todong pistol setelah itu, korban di turun kan di tengah jalan dalam keadaan babak belur. Untuk itu, kami pun sudah melayangkan surat kepada Kapolda untuk meminta Perlindungan Hukum terhadap laporan korbn dengan harapan tersangka segera ditangkap, sehingga adanya kepastian hukum kepada korban,” tegasnya Johanes lagi.

Mendapat teror, sebagai kuasa hukum korban Johanes, korban merasa nyawanya terancam dan korban juga sering mendapat telepon gelap melalui ibu korban yang sudah tua dengan bentuk ancaman terhadap klein kami.

Diberitakan sebelumnya Maradona (34) warga asal Siantar bersama keluarganya mendatangi Mapolrestabes Medan. Pasalnya ia babak belur dihajar dan disekap oleh oknum Polisi berinisial BN bersama mantan istrinya, UR dan teman-temannya disebuah rumah selama 5 hari. Saat beraksi, para pelaku berhasil menyekap korban dengan cara merayu akan memberikan pekerjaan, Selasa (27/10/2020).

Menurut informasi, aksi brutal para pelaku bermula saat korban yang sedang istrahat di Jalan Ir H Juanda Gang Usaha, Medan Maimun di datangi oleh seorang perempuan dan temannya. Pelaku mengajak korban dengan cara akan memberikan pekerjaan bangunan, Kamis (24/9/2020) lalu. Saat itu korban yang butuh pekerjaan percaya dan langsung mengikuti pelaku. Sesampainya di sebuah mobil, Tiba-tiba teman pelaku langsung memiting dan memaksa masuk korban di dalam mobil. Di dalam mobil ia dipukul dan diborgol. Terlihat salah satu pelaku adalah mantan istrinya, UR (33).

Selanjutnya ia pun dibawa kerumah pelaku. Sesampainya dirumah tersebut, ia dipukuli berulang-ulang oleh oknum Polisi tersebut. Setelah puas, oknum Polisi tersebut keluar. Saat itulah mantan istrinya, UR datang dan langsung memukuli, menjambak dan mencakarnya. Setelah puas, pelaku pun keluar. Keesokan harinya, ia kembali dibawa keluar kamar dan terlihat keluarga mantan istrinya telah datang. Ia pun diinterogasi dan kembali dipukuli dipaksa untuk mengembalikan anaknya kepada mantan istrinya.

Karena di menjawab tidak mau, para pelaku semakin beringas dan terus memukulinya. Hal ini terjadi berulang kali hingga 5 hari. Diduga setelah puas, para pelaku pun melepasnya dengan ancaman.

Setelah itu ia pun diantar ke Jalan Ir H Juanda dengan kondisi babak belur. Pelaku yang merupakan oknum Polisi tersebut juga memberikan uang Rp 100 Ribu kepada korban agar tidak mengatakan bahwa ia di culik dan dipukuli. Namun pemberian uang itu ditolak korban dan pelaku pun pergi.

Korban yang babak belur akhirnya pulang setelah dijemput keluarganya. Tak terima, korban bersama keluarganya pun melaporkan kejadian tersebut Polrestabes Medan dengan STPL/2474/K/Yan2.5/2020/SPKT Polrestabes Medan. (Red/Pea)

Share:
Komentar

Berita Terkini