Anggaran Besar, BTS Kurang Terawat, David Roni Sinaga: Kadishub Medan Dinilai Tidak Becus Bekerja

Editor: Irvan

DETEKSI.co - Medan, Kondisi Bus Trans Metro Deli (BTS) sudah ada yang terlihat rusak dan kurang terawat, padahal alokasi anggaran pengadaan bus moda transportasi massal ini sangatlah besar. Diketahui Bus Trans Metro Deli (BTS) baru dua bulan ada beroperasi di Kota Medan.

Diduga perawatannya kurang terurus. Hal ini menjadi perhatian dari anggota DPRD Kota Medan, David Roni Ganda Sinaga, SH yang merupakan politisi dari Partai PDI Perjuangan Kota Medan. Seperti yang dikatakannya kepada awak media, Jumat (26/2), dimana, dia mendapat laporan, ada banyak BTS yang tidak lagi memperhatikan kondisi kenderaan sehingga terlihat tidak seperti mobil baru kebanyakan.

"Baru dua bulan beroperasi, kondisi BTS sudah sangat memprihatinkan. Bahkan sampai ada yang bus yang gardannya copot, pintu-pintunya ada yang diikat pakai kawat. Dasboardnya habis kosong melompong,” ujar anggota Komisi IV DPRD Medan David Roni G Sinaga SE, Jumat (26/2/2021).

Dijelaskan anggota komisi IV DPRD Medan ini lagi, selain kondisi kendaraan yang memprihatinkan, pool yang ditetapkan kementerian juga dinilai tidak sesuai lagi. Akibat kondisi bus dan operasinalnya kurang bagus, sudah banyak keluhan dari masyarakat.

“Proyek ini memakan anggaran yang sangat besar, namun kondisi di lapangan sangat tidak sesuai. Perlu dilakukan evaluasi terhadap kinerja Dinas Perhubungan terkait pengawasan fisik dan operasional BTS sehingga kondisinya bisa menjadi seperti ini,” tegas Politisi PDI Perjuangan itu.

David Roni juga menilai, Iswar selaku Kadishub Medan, tidak serius melakukan pengawasan operasional terhadap bus BTS tersebut. faktanya di lapangan, selain banyak keluhan dari masyarakat, para supir (driver) juga mengeluh, sebab ada driver yang bekerja diatas 8 jam perhari sementara menurut aturan kontraknya, waktu kerja driver tidak lebih dari 8 jam.

Masih menurut David Roni, penerimaan driver dilakukan tanpa adanya bimbingan teknis (Bintek), pemberian uang saku driver juga diberhentikan, pool tidak sesuai standar dan lainnya. "Dishub selaku pemberi trayek tidak melakukan pengawasan dan banyak sekali ditemukan pelanggaran SOP BTS di lapangan," jelas David Roni G Sinaga.

Politisi muda ini merasa perlu dilakukan Sidak bersama Dishub, BPKS, Disnaker dan OPD terkait agar kondisi sebenarnya bantuan pemerintah pusat itu tepat guna dan tepat sasaran dan bisa membantu mengurangi kemacetan Kota Medan.

Kurangnya pengawasan Dishub merupakan bentuk buruknya kinerja Kadishub. “Kalau kinerjanya buruk seperti ini, sebaiknya Kadishub Kota Medan segera di evaluasi dan bila perlu di copot saja,” tegas David lagi. 

Ditambahkannya, saat dirinya melakukan komunikasi dengan Tim Inspektorat Jenderal PHB Darat pusat, diperoleh informasi banyaknya kekurangan BTS ini di lapangan. “Perusahaan diminta untuk segera menyediakan peralatan pendukung perawatan kendaraan seperti dongkrak, kompresor dan tollset (kunci-kunci) di lokasi pool. Karena keberadaan peralatan dimaksud akan menjadi salah satu penilaian dalam pembayaran per-Km pelayanan BTS,” pungkasnya.(Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini