Beberapa SPBU di Sintang Paling Suka Langgar Aturan

Editor: DETEKSI.co author photo

Deteksi.co - Sintang, Beberapa Stasiun Pengisisan Bahan Bakar Umum (SPBU) di kabupaten Sintang dengan terang-terangan mengisi jerigen dan drum milik pengantri Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU dalam dan luar kota Sintang Kalimantan Barat.

Jasli Harpansyah, Bakorwil NGO Lidikkrimsus RI, menyayangkan sikap prilaku SPBU nakal ini belum adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum dan seolah-olah membiarkan hal tersebut terjadi.

"Ada apa dengan semua ini, apakah mereka menerima setoran dari pemilik SPBU tersebut terang Jasli, kepada media ini, Selasa (9/2/2021).

Menurutnya jelas-jelas terlihat sekali ada sisi monopoli dalam penyaluran BBM yang terjadi dan yang sangat dirugikan yaitu masyarakat yang benar-benar membutuhkan, tak ayal masyarakat bahkan membeli kepada pengecer kecil yang jelas harganya lebih mahal dari Harga Eceran tertinggi (HET) SPBU.

Jasli Harpansyah meminta kepada PT. Pertamina (Persero) wilayah Kalbar Region VI untuk menindak lanjuti permasalahan ini, dan memberikan sanksi tegas terhadap SPBU yang telah merugikan negara dan masyarakat, " ujarnya.

Saat media ini menyinggung kejadian yang menimpa 3 orang oknum wartawan yang disangkakan oleh pihak berwajib yang telah melakukan dugaan tindak pidana pemerasan, seperti yang telah di beritakan oleh beberapa media beberapa hari yang lalu, kejadian di salah satu SPBU yang ada di lintas Melawi milik (B)
Kabupaten Sintang, Jasli menilai ada sedikit ketimpangan yang terjadi disitu. Jika memang benar apa yang disangkakan terhadap ketiga oknum wartawan tersebut sebuah tindak pidana pemerasan, tentu ada sebab akibat.

"Jadi jangan cepat kita menyimpulkan hal yang terjadi itu sebuah tindakan pemerasan, seperti yang di muat oleh salah satu media yang sempat saya baca terbit hari Minggu kemarin," ucap Jasli

Ia juga meminta kepada pihak Kepolisian Resor Sintang yang saat ini menangani perkara tersebut, untuk berlaku adil, karena menurut Jasli, tidak ada akibat bisa terjadi jika tidak ada sebab, bisa saja itu adalah upaya penyuapan yang dilakukan oleh pihak SPBU dikarenakan sebuah kecurangan yang dilakukan oleh pihak SPBU, dan seandainya pihak SPBU melakukan sebuah kecurangan maka pihak kepolisian juga berhak untuk melakukan proses hukum terhadap SPBU tersebut "katanya.

Apalagi jika SPBU tersebut diduga melakukan pelanggaran Undang-Undang No.8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, maka dengan segera demi keadilan, Jasli meminta kepada pihak Kepolisian Resort Sintang untuk memproses SPBU tersebut, karena jelas pelanggaran terhadap Undang-Undang Perlindungan Konsumen, dengan sanksi pidana 5 tahun kurungan serta pidana denda paling banyak Rp 2 miliyar.

Jasli juga meminta kepada Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, untuk ikut mendalami kasus yang melibatkan 3 (tiga) oknum wartawan yang disangkakan melakukan tindakan pemerasan terhadap SPBU dengan (noreg: 64-786-16)di jalan lintas Melawi kabupaten Sintang, Kalimantan Barat tersebut "ujarnya penuh harap.

Penulis : Supriadi/Tim

Share:
Komentar

Berita Terkini