Sidang Perkara Lakalantas Jalan Asahan Simalungun Penuh Misteri

Editor: DETEKSI.co author photo

DETEKSI.co - Simalungun, Lanjutan sidang perkara Lakalantas (Tabrakan Beruntun) yang terjadi di jalan Asahan KM IV Kabupaten Simalungun pada tanggal 19 Nopember 2020 lalu sepertinya penuh dengan misteri.

Proses sidang yang telah dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Kabupaten Simalungun diduga penuh dengan misteri. Persyaratan P21 seharusnya di tangan jaksa selaku penguasa sentral dalam kewajibanya melimpahkan atau tidak salah satu perkara ke pengadilan sesuai ketentuan yang diatur oleh Pasal 139 Undang Undang Nomor 8/1981 tentang hukum acara pidana yang tentu saja menyertakan barang barang bukti pendukung sebagai kelengkapan legalitas.

Namun BB barang bukti berupa 40 ton bubur kertas tidak dimasukan dalam berkas perkara bahkan tidak terlihat atau diduga dihilangkan.

Semestinya semua barang bukti harus masuk kedalam berkas perkara jangan hanya memasukan kelalaian supir (Psl 310) harus tercantum juga pasal (311) UU LLAJ, demikian penuturan kuasa hukum korban Rustam Hamonangan Tambunan ketika ditemu wartawan deteksi.co Rabu (10/02/2021).

Lebih jauh dia red (Rustam HT) menambahkan bahwa pemilik perusahaan angkutan dan pemilik barang muatan harus bertanggungjawab atas kejadian itu terkait dengan ketentuan pasal 311 Undang Undang LLAJ.

Permohonan korban untuk meminjam pakai barang bukti berupa kendaraan guna perbaikan juga belum dikabulkan oleh pihak berwajib, dan kami sangat kecewa dalam hal ini, belum lagi ditambah oleh trauma karena kehilangan nyawa keluarga, demikian ucap Yunus Sitompul (56). Proses peradilan yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir ini sepertinya belum berpihak kepada para korban. (Subiyono)

Share:
Komentar

Berita Terkini