Alumni Budi Luhur Takengon Lakukan Temu Ramah

Editor: DETEKSI.co author photo

Deteksi.co - Bener Meriah, Pertemuan alumni Panti Asuhan Budi luhur Takengon mulai dari angkatan tahun 1948 sampai 2021, di Desa Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener meriah. Tepatnya di kediaman Pauji, Minggu (7/3/2021).

Salah satu peserta, Baiksyah mengatakan, sembari menghadiri dalam rangka Takjiah atas Almarhum Muhtarudin, Mantan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Bener meriah.

Maklum saja, inilah silaturahim alumni Panti Asuhan Budi Luhur Takengon yang bertahun tahun tahun kita wacana dan baru bisa terwujud, selain pertemuan kusus dalam acara halalbin halal yang kita adakan setiap tahunya. Dimana masih banyak saudara Alumni kita belum sempat hadir. Hal tersebut tidak menghalangi raga untuk bertemu, tapi membuat hati tetap menyatu bersama kita disini.

Selanjutnya kata Baiksyah, rencana Kita kedepan dari seluruh alumni akan  Membentuk Yayasan Panti Asuhan Budi Luhur 2 atau apa namanya nantinya tinggal kita musyawarahkan.

Dalam persiapannya kita sudah membentuk struktur kepengurusan Dan sudah ada sedikit terkumpul sumbangan dari peserta yang Hadir pada Hari ini.
Semoga dalam perjalanannya. Pembangunan panti tidak ada kendala, aamiin. Terang Baiksyah.

Lanjutnya, Kekompakkan Alumni Panti moga kedepanya lebih mengikat bukan hanya sekedar silaturahmi saja. "Kita Itu satu rumpun satu nasip. Satu perjuangan.

Lebih lanjut kata Baiksyah,  diadakan acara ini untuk membangun lagi rasa kekeluargaan antara alumni dan orang tua asuh kita yang masih ada. "Dengan pertemuan seperti ini diharapkan di luar kita bisa dekat dan saling membantu."

Acara berlangsung hingga jelang pukul 16.00 Wib.  Kemudian shalat selanjutnya sebagian Alumni secara bergantian bangun  untuk memberikan sedikit tausiah. Karena dalam islam saling mengigatkan dalam kebaikan, saling nasehat menasehati dalam kesabaran itu penting, tutup Baiksyah.

Bapak Asuh Samsudin  menceritakan, perjuangan mengelola panti Penuh Perjuangan dengan rasa memiliki dan penuh tanggung jawab, dan bagaimana caranya supaya anak- anak Panti tidak ada yang berkekurangan "Semua dilakukan supaya anak-anak bisa duduk sejajar bahkan melebihi orang lain.

Beliau menyatakan, sesungguhnya memang setiap insan tak boleh dipandang rendah, karena nasib dan takdir di tangan Allah. "Kalian anak-anak ku bisa sejajar dengan orang-orang lainnya, bahkan lebih. Maka, syukuri apa yang kalian dapat. Sekarang kita faham betul Alumni-Alumni sebagian besar sudah sukses. Karena itu merupakan hasil tempahan dilatar belakangi dengan keikhlasan ," jelasnnya. (Pahmisyah Pitra).

Share:
Komentar

Berita Terkini