ERA Diserang Black Campaign, PKH dan Kepling Jadi Tumbal

Editor: DETEKSI.co author photo
Paslon Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu nomor urut 2, H Erik Adtrada Ritonga-Hj Ellya Rosa Siregar. (DN)
DETEKSI.co - Labuhanbatu, Putusan PSU 9 TPS Pilkada Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumut pasca putusan MK pada 22 Maret kemarin, terlihat menyisakan buah hitam bagi warga, tim pemenangan bahkan Paslon selaku peserta Pilkada Desember tahun 2020 silam.

Misalnya, seperti yang diutarakan seorang warga berdomisili disalahsatu kecamatan selaku peserta Program Keluarga Harapan (PKH), DS (42), kepesertaannya akan dicabut jika nantinya Paslon nomor urut 2, H Erik Adtrada Ritonga-Hj Ellya Rosa Siregar selaku pemohon PSU akan memenangi Pilkada ulang menjadi pemenang.

Menurut DS, salahsatu oknum warga yang diketahuinya pendukung Paslon mendatanginya sembari memberitahukan kondisi kekinian. Menurut oknum, ujar DS, dirinya sebaiknya tidak mendukung kemenangan Paslon nomor urut 2, ERA. "Katanya begitu, makanya saya heran juga," tuturnya.

Hal senada diutarakan seorang Kepala Lingkungan (Kepling) yang di TPS mereka terdapat diulang. Hal serupa juga diterimanya. Jika Paslon ERA menang, maka dirinya akan digantikan dengan sosok lainnya. "Iya, katanya mau dicopot kalau pak Erik yang jadi Bupati Labuhanbatu," keluhnya.

Terpisah, Cabup Labuhanbatu, H Erik Adtrada Ritonga dihubungi terkait isu yang tersebar, mengaku heran. Pasalnya, dia maupun tim pemenangan tidak akan pernah melakukan hal terburuk jika meraih suara terbanyak dari 9 TPS yang di akan PSU tersebut.

Bahkan ujarnya, sebagian warga peserta PKH ada mengeluhkan keberlangsungan kepesertaannya. "Aneh juga, kita kembali diburukkan. Bahkan, ada warga yang mengaku ditakut-takuti jika tidak memilih Paslon berlatarbelakang petahana," sebut Erik.

Begitu juga disampaikan Cawabup Labuhanbatu Hj Ellya Rosa. Jauh sebelum Pilkada Desember 2020 silam, dirinya telah mendapat aduan adanya pemutusan hubungan kerja yang berkaitan dengan instansi pemerintah. Tetapi dirinya tidak dapat berbuat banyak.

"Bah, bahkan saya menerima warga yang mengaku didatangi tim Paslon lain. Ada sudah dipecat, ada juga yang diancam. Kalau Kepling udah seringlah mengadu ke saya. Intinya, saya dan pak Erik tidak ada niat apapun selain membangun Labuhanbatu. Masalah ganti-mengganti, itu tidak pernah terbiarkan," ujar Ellya Rosa.

Sementara, Ketua KPU Labuhanbatu, Wahyudi dimintai tanggapan terkait tahapan pelaksanaan PSU 9 TPS menjelaskan masih dalam tahapan pembahasan draf. "Hari ini membahas drafnya," sebutnya.

Sementara, Ketua Bawaslu Labuhanbatu, Makmur ketika ingin dimintai tanggapan, tidak ditemui. Dicoba melalui telepon selular, handphone pribadinya tidak kunjung aktif. (Dian)
Share:
Komentar

Berita Terkini