Hulman Sinurat: Panitia Penjaringan PAW Kades Helvetia Diragukan, Tokoh Masyarakat Kampung Baru Harus Dilibatkan

Editor: Irvan

DETEKSI.co - Medan, Panitia Pemilihan Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Helvetia harus membuka lebar-lebar ruang akses informasi yang dibutuhkan masyarakat, sehingga pihak panitia harus terbuka dan harus cerdas dan humanis. 

"Kita harus terbuka dalam setiap proses-proses yang dilakukan harus mengedukasi masyarakat untuk turut aktif berpartisipasi dalam pembangunan," ungkap Hulman Sinurat,S.Pd, M.I.Kom kepada wartawan, Senin (8/3/2021).

Demikian diungkapkan ungkap Hulman Sinurat, seperti yang terjadi pada pelaksanaan Penjaringan PAW Kepala Desa Helvetia Kec Sunggal, Ketika diminta soft copy Perbup Nomor 1830 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu kepada Elly Sihotang, Ketua Panitia Penjaringan PAW Kepala Desa tidak kunjung diberikan dan sebelumnya telah diarahkan kepada anggota panitia bermarga Marpaung, Namun tak bersedia memberikan untuk diphoto copy hingga mendapatkan respon yang kesannya tak patut dicontoh.

Kemudian dijelaskan Hulman, seharusnya panitia harus terbuka terhadap masyarakat untuk mengetahui isi peraturan yang dipergunakan sebagai petunjuk teknis dalam proses penjaringan PAW Kepala Desa Helvetia sebab dalam demokrasi, dan masyarakat punya hak untuk memperoleh hal tersebut sehingga tidak ada alasan Ketua Panitia menyatakan bukan kewenangannya memberikan soft copy peraturan tersebut. 

"Untung saja kita dapat memperoleh dari pihak lain. Saya juga heran atas mekanisme dan dasar perekrutan para anggota panitia, Siapakah yang mengusulkan dan melalui mekanisme apa pengusulannya. Apakah pengusulan panitia-panitia tersebut melalui musyawarah dusun ?. Jangan sampai pengusulan tersebut didasari kepentingan. Sehingga BPD harus aktif memperhatikan ini," terangnya.

Selanjutnya Hulman menegaskan bahwa hal tersebut merupakan tugas BPD beserta anggotanya dan harus menjalankan aspirasi dan mengawasi penyelenggaraan pemilihan ini. Apabila sudah terjadi kekeliruan baik yang disengaja dan tidak disengaja harus mampu mengevaluasi.

"Dan yang paling saya sesali, Tokoh warga Kampung Baru Dusun VI Desa Helvetia tidak dilibatkan dalam Musyawarah Dusun bahkan tidak diberikan kesempatan memeiliki hak suara, padahal persentase jumlah penduduk Kampung Baru dengan Pondok Seng hampir sama dan jumlah penduduk yang terbanyak ada di dusun VI," tegas Hulman Sinurat,S.Pd,M.I.Kom yang juga Anggota PBB DPD Sumatera Utara ini.

Tamatan SMA

Hulman juga menyoroti adanya anggota Panitia yang diduga hanya memiliki Tamatan SMA, Sementara masih banyak Generasi muda yang memiliki SDM berkualitas dan handal mulai dari tamatan D3, S1, hingga S3.

"Sangat disesalkan sistem prekrutannya, kalau bukan mulai sekarang diberdayakan mereka yang memiliki SDM berkualitas mulai dari berpendidikan stara D3, S1, hingga S3. Kapan lagi ? dan sudah tentu beda kwalitas SDM yang dimiliki oleh seseorang yang hanya mengecap dunia pendidikan stara SMA. Ini dapat dilihat dari sikap dan prilaku disaat melayani masyarakat nantinya," pungkas Hulman.(Tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini