Pemerintah Gencar Operasi Yustisi, SMA Negeri 3 Medan Terkesan Tak Patuhi Protkes

Editor: DETEKSI.co author photo

DETEKSI.co - Medan, Disaat gencar-gencarnya Pemerintah Kota Medan melakukan upaya pemutusan siklus Covid-19 melalui gugus tugasnya dengan berbagai cara seperti operasi razia yustisi dalam memberikan penyuluhan pembinaan dan sanksi hukum bagi para pelanggar Prokes Kesehatan Covid-19. Namun sepertinya tidak demikian dengan salah satu institusi salah satunya SMA Negeri 3 Medan. 

Setelah melalui penulusuran awak media menemukan aktifitas yang cukup tinggi yang mengenyampingkan Sosial  Distanching dan Protokol Kesehatan (Protkes) di lokasi SMA Negeri 3 Medan pada hari Jumat 26 Maret 2021 pukul 10'45 WIB. Aktifitas tersebut terlihat adanya pelanggaran Prokes Covid-19 yang mana para siswa dan beberapa orang guru termasuk kepala sekolah setempat (Elfi Sahara. SPd. MSi) sedang melakukan foto bersama dan sepertinya ikut mengkoordinir kegiatan itu.

Salah seorang bagian Humas SMA Negeri 3 Medan yang tidak menyebutkan namanya ketika di wawancarai awak media mengatakan ' kegiatan ini atas permintaan para siswa sebagai bentuk kenangan terakhir Pra UAS yang mana kesempatan inilah mereka bisa berkumpul, kami disini tidak khawatir akan adanya pandemi Covid-19 karena syarat dan ketentuanya sudah kita jalankan ' demikian katanya. 

Lebih jauh humas menjelaskan bahwa disini ada 35 kelas yang mana masing-masing kelas ada 36 orang siswa dan satu kelas unggulan dengan jumlah siswa 20 orang yang mana kelas ini adalah titipan dari anak anak para pejabat, demikian pungkasnya. 

Sungguh sangat di sayangkan pada awalnya security sekolah mengatakan kalau kepala dan wakil kepala sekolah belum datang. Namun dari hasil penyelidikan awak media melalui salah satu siswa di sekolah tersebut ketika ditanya tentang keberadaan kepala sekolah dia menunjukan seorang ibu memakai jilbab berbaju kuning di lapangan sekolah tepat di tengah para siswa yang mau berselfy ria sembari mengatakan itu bu 'elfi' kepala sekolah kita katanya. 

Keseriusan sebagian instansi dalam ikut serta berpartisipasi untuk memutus siklus penyebaran virus ganas ini sepertinya masih dianggap sebelah mata contohnya seperti kejadian di SMA Negeri 3 Medan ini. (Subiyono)
Share:
Komentar

Berita Terkini