Terkait Cawagub Telah Ditetapkan PNA, Ini Kata Pengamat Politik Aceh

Editor: DETEKSI.co author photo
Dr Taufiq A Rahim, Pengamat Politik Aceh.
DETEKSI.co - Banda Aceh, Pengamat politik Aceh yang juga Kepala Penelitian Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha),  Dr Taufiq A Rahim mengatakan Sayuti tidak sesuai dengan keinginan dan target politik gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Hal tersebut disampaikan oleh Taufiq A Rahim melalui rilis yang diterima oleh DETEKSI.co, Senin (8/3/2021).

Menurut Taufiq, munculnya nama Sayuti sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Aceh hasil keputusan rapat Dewan Pimpinan Pusat Partai Nanggroe Aceh (PNA) yang ditandatangani oleh Irwandi Yusuf dan Miswar Fuady selaku ketua Umum dan Sekretaris Umum untuk mendampingi Gubernur Aceh, Nova Iriansyah tidak lah begitu berpengaruh bagi target politik Nova.

Disamping tidak sesuai dengan kriteria, Sayuti juga sudah ditolak oleh kader Partai PNA dan belum tentu juga sesuai dengan keinginan partai pengusung seperti PDI-P, PKB, Partai Demokrat dan Partai Daerah Aceh (PDA).

"Sebenarnya ini hanyalah 'test water' (uji air) saja oleh PNA di tengah kondisi dan fenomena politik Aceh dan juga nasional sedang tidak kondusif. Juga di tengah anomali demokrasi politik Aceh dan nasional yang tidak kondusif," katanya.

Masih menurut Taufiq, sesunguhnya suasana kebatinan politik Nova Iriansyah saat ini sedang tidak nyaman dan segar, partai politiknya sendiri, Partai Demokrat sedang terbelah dan diobrak-abrik.

"Demikian banyak persoalan yang hadir di Aceh yang harus dihadapi oleh gubernur dan belum tentu mampu diselesaikan, demikian juga konstalasi politik nasional yang ikut menpengaruhi kebijakan politik dan publik di Aceh," kata Taufiq.

Taufiq menilai, jikapun hari ini pembicaraan Wagub Aceh, itu hanyalah keinginan segelintir elite politik Aceh, rakyat tidak lagi ingin ambil pusing di tengah suasana memperbaiki kehidupan new normal.

"Nova tidak ambil pusing dengan adanya Wagub Aceh. Keberadaan wagub yang tidak sesuai dengan kriteria bakal menambah persoalan baru, terutama dalam mengurus dan mengelola pemerintahan serta Pemerintah Aceh", tambahnya.

Menurut analisa Taufiq, nama Sayuti akan didiamkan karena tidak sesuai dengan keinginan politik dan target politik yang diinginkan oleh Nova dan dapat dipastikan nama tersebut juga menguap begitu saja. Secara politis, sosok ini bukan pilihan yang tepat untuk mendampingi Nova pada sisa masa kepemimpinan.

"Rakyat Aceh pun saat ini tidak terlalu berharap banyak kepada pemerintah. Rakyat hanya berusaha mengatasi keterbatasan nya sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuannya," pungkas Taufik. (Rob's)
Share:
Komentar

Berita Terkini