Warga Terdampak Banjir, Satpol PP Dan LH Tinjau Lokasi Proyek Perumahan Bali Garder City View

Editor: Admin author photo

DETEKSI.co - Bandung, Satpol PP dan LH Kabupaten Bandung tinjau lokasi proyek perumahan Bali Garder City View PT Pesona Jaya Abadi, terkait pemberitaan warga terdampak banjir lumpur yang terjadi pada hari Rabu 17 Maret 2021 yang lalu. Banjir lumpur terjadi saat curah hujan tinggi, diketahui ada 8 rumah yang terkena dampak yang berlokasi di RT. 04 RW. 24 Cibuntu Awiligar Kel. Cibeuying, Kec. Cimenyan, Kab. Bandung, Senin (22/3/2021).

Kabid Satpol PP Kab. Bandung Oki Suyatno menjelaskan, "Kita itu ada pemberitaan terkait dampak kegiatan terhadap warga sekitar, kita melakukan verifikasi dilapangan cek dan ricek apakah betul terus kejadiannya gimana kronologisnya, kebetulan ada pemiliknya pak Toni bisa dijelaskan langsung." Kata Oki Suyatno.

"Dari sisi kontek lingkungan saya anggap sudah tidak ada masalah, ada berita acaranya ya. Dalam kontek dokumen perijinan masih dalam verifikasi, nanti kita undang pak Toni." tambahnya.

Pembangunan proyek perumahan bernuansa Bali ini "Garder City View " berdiri dilokasi kawasan Bandung Utara Kel. Cibeuying, Kec. Cimenyan, Kab. Bandung. Direncanakan berjumlah sebanyak 670 unit dengan luas tanah 13,6 hektar.

Untuk penyebab terjadinya banjir Rozul dari LH Kab. Bandung menerangkan, "Klo berdasarkan informasi yang masuk ke kami dari pihak perusahaan, adanya kelalaian terkait tersumbatnya saluran air. Tadi saya cek lapangan nanti kita sesuaikan dengan dokumen yang dikantor seperti apa, kemudian hak kewajiban-kewajiban yang tertuang didalam dokumen lingkungan seperti apa nanti kita undang klarifikasi kekantor."pungkasnya

Disisi lain, Toni selaku owner ketika dikonfirmasi menjelaskan, "kita sudah mengklarifikasi sebenarnya, kejadian ini sudah kita antisipasi dengan membuat saluran sementara dengan arah kekolam retensi untuk menampung supaya air yang kesolakan itu tidak ada endapan lumpur, namun karena satu dual hal mungkin saluran yang dibuat itu tersenggol beko sehingga jadi tertutup padahal saluran tersebut sudah dibuat 2 bulan yang lalu. Sehingga airnya yang harusnya larinya kesini jadi ke kebun bambu dan lari ke penduduk sehingga menyebabkan 8 rumah tendampak. Tapi kemarin sudah saya datangi dan kita sepakat untuk ganti rugi."tutupnya.

Penulis : Dwi Heriyana
Share:
Komentar

Berita Terkini