Kemelut Kamus Sejarah Indonesia Jilid I, Kemendikbud Bentuk Tim Pengoreksi

Editor: Admin author photo

DETEKSI.co - Jakarta, Dirjend Kemendikbud Hilmar Farid,  Rabu (21/4/2021) dalam realisenya mengatakan " Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah melakukan perbaikan dengan membentuk tim pengoreksi. Terkait tidak tercantumnya pendiri NU Syekh Hasyim Asy'ari di kamus sejarah Indomesia Jilid I. 

"Tim pengoreksi yang dibentuk melibatkan organisasi yang turut membangun negara ini, termasuk (NU)  Nahdlatul Ulama," 

Hilmar juga menegaskan bahwa Kemendikbud sama sekali tidak berniat untuk menghapus KH. Hasyim Asy'ari dari sejarah Indonesia. Sebelumnya Kemendikbud pernah menerbitkan buku tentang beliau dengan judul "KH. Hasyim Asy'ari: Pengabdian Seorang Kyai Untuk Negeri dalam rangka 109 tahun Kebangkitan Nasional".

Di dalam draf buku kamus tersebut, sudah dimuat informasi tentang pendirian Nahdlatul Ulama dan disebutkan juga peran KH. Hasyim Asy'ari pada beberapa halaman," imbuh Hilmar.

Lebih lanjut, Hilmar mengungkapkan bahwa penyusunan buku itu telah dimulai pada 2017 sebelum Nadiem Makariem diangkat sebagai Mendikbud. Prosesnya membutuhkan waktu lama karena sejarah bangsa Indonesia yang cukup panjang. Namun karena tahun anggaran berakhir, draf naskahnya dilaporkan sebagai bagian dari pertanggung jawaban.

Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Susanto Zuhi turut mengomentari polemik ini. Susanto sendiri berstatus sebagai salah satu penyunting draf Kamus Sejarah Indonesia jilid I.

Dia menjelaskan, "Tahun 2017, draf buku kamus ini memang kami simpulkan belum sempurna. Nama KH. Hasyim Asy'ari ada pada uraian pendirian tokoh Nahdlatul Ulama. Bagaimana mungkin kita melupakan tokoh ini ketika berbicara pendirian Nahdlatul Ulama?".jelasnya. 

Sementara itu, Kemendikbud telah mengeluarkan instruksi untuk menarik Kamus Sejarah Indonesia Jilid I dari peredaran, termasuk dari situs Rumah Belajar Kemendikbud. Terkait polemik ini, Kemendikbud berjanji akan mengkaji ulang kamus sejarah modern yang lain. (Subiyono)
Share:
Komentar

Berita Terkini