Bank Sumut Peduli Pemulihan Ekonomi Dimasa Pandemi Covid-19

Editor: Irvan

DETEKSI.co - Medan, Dimasa Pendemi yang terjadi sejak tahun 2020 ini, menyebabkan kondisi ekonomi semakin menurun, kondisi itu bukan hanya di Indonesia secara dunia global mengalami kerontokan seperti Negara Singapura, Inggris dan Jerman. Malah kondisi ekonomi Negara Cina sebagai titik awalnya Covid-19 ini berasal juga mengalami kerontokan dan mereka mengalami resesi karena pertumbuhan ekonomi mereka di 3 kuartal berturut-turut mengalami minus Indonesia.

Hal itu dikatakan oleh Ramadhan Muda Siregar ST, Kepala Pemasaran Konsumen Kantor Pusat Bank Sumut di Jalan Imam Bonjol, Medan dalam pemaparan mengenai "Peran serta Bank Sumut dalam pemulihan ekonomi dimasa pandemi Covid-19, Senin (3/4/2021) di Balai Wartawan Parada Harahap, Kantor PWI Sumut.

"Untuk itu, Perbankan Nasional banyak mengalami kemunduran pencapaian ataupun penghasilan dari tahun 2019 rata-rata mengalami penurunannya yang sama mencapa 3 sampai 50%," ungkap Ramadhan Muda Siregar.

Lanjut Ramadhan menyebutkan Bank Sumut dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Syukur alhamdulillah hanya mengalami dari posisi pencapaian laba cuman - 5,5% dari tahun 2019.

"Akhirnya disini, Bank Sumut bisa survive di tahun 2020 dibandingkan di tahun 2019 dengan kondisi rata-rata secara nasional kita bisa sukses hanya cuman - 5,5%. Jadi di sini saya sampaikan untuk laba di 2019 kita 5,45 miliar, di tahun2020 kita mencapai 5,15 miliar. - 5,5% dibandingkan tahun 2019," sebutnya.

Kemudian, masih kata Ramadhan, padahal Bank Sumut telah memberikan relaksasi penundaan pembayaran angsuran kepada para debitur Bank Sumut yang terdampak Covid-19 sampai di Desember 2020.

"Di situ juga, di tahun 2020 kita mendapat kondisinya perbaikan dari catatan penundaan kredit macet kita kalau di tahun 2019 kita npl kita di berada di 4,3 6% kita mengalami perbaikan di tahun 2020 menjadi 3,54% artinya ada perbaikan 0,82% dibandingkan di tahun 2019 dari sisi aset. Kita dengan kondisi pandemi naik complementing di tahun 2020. Kita bisa survei juga kita tumbuh dari 31,7 triliun menjadi 33,5 artinya tumbuh sekitar 5% sampai 65% pada tahun 2020 dibandingkan tahun 2019 5,65%," ungkapnya.

Selanjutnya, kondisi ekonomi mengalami penurunan di kondisinya di pemberian kredit 2019 kita berikan sebesar 23,7 triliun 2020 kita 23,6 - 0,38% dan tidak hanya di Bank Sumut seluruh bank secara Nasional juga agak sedikit dalam pembelian partai di tahun 2020 dikarenakan adanya pandemi.

"Ini adalah tahun ujian bagi seluruh perbankan karena relaksasi yang diberikan kepada debitur tersebut berakhir 2020 kemarin. Tahun 2021 ini adalah ujian bagi seluruh perbankan kenapa karena relaksasi ataupun penundaan yang diberikan kepada debitur berakhir di Desember 2020, ini ujian sebenarnya jadi gimana peran kita perbankan nasional maupun Bank Sumut mengantisipasi untuk bisa survive di tahun 2020 untuk kita di tahun 2021 dari sachet kita harus tumbuh menjadi 34, 8 triliun 34,8 triliun," paparnya sembari mengatakan laba kita harus mencapai 530 miliar hatinya ada perbaikan kita juga harus melakukan perbaikan menjadi 2, 99% dibandingkan tahun 2000 sebesar 2,909% 2,99 dibandingkan tahun 2023 3,54% tahun 2020.

Sambungnya menjelaskan, di tahun 2020 membuat para perbankan rekreatif karena Covid-19 membuat aturan tidak boleh berdekatan, tidak jaga jarak dan memakai masker atau mematuhi 3 M. "Kreativitas kita sekarang menjadi digitalisasi jadi semua perbankan dan Bank Sumut sendiri juga di tahun 2020 dan 2021 ini membuat strategi produk-produk digitalisasi lakukan di tahun 2020 adalah Kris di sini pembayaran jadi untuk memenuhi kebutuhan para nasabah maupun secara perorangan maupun secara favorit untuk corporate kita lakukan pengembangan CMS kasda kita juga dilakukan untuk pemerintahan untuk pembayaran pajak mobil melalui e-samsat," jelasnya.

Selain itu, Bank Sumut dalam kondisi pemulihan ekonomi yang saat ini program pasar sapa pasar sapa pasar untuk tahap awal yang telah dalakukan yakni di apusat Pasar dan Pasar Petisah.

"Cara pembayaran retribusi kios juga udah melalui retribusi elektronik pengutipan dan juga kepada pedagang kita buat Laku Pandai beradab 3000 kios Rp.500 ribu dan juga pemberian kredit dengan bunga rendah untuk kepada di sekitar pajak saat pasang surut," pungkasnya.(Pea)

Share:
Komentar

Berita Terkini